Frekuensi 1,4 GHz Dilelang, Internet Murah dan Ngebut Segera Hadir
Pemerintah pernah mengatakan lelang frekuensi 1,4 Ghz untuk layanan internet murah kecepatan 100 Mbps dengan harga Rp 100 ribu.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi membuka seleksi pengguna pita frekuensi radio 1,4 GHz guna mendukung pengembangan layanan akses internet tetap nirkabel (Broadband Wireless Access) di seluruh Indonesia.
Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan konektivitas digital, terutama di wilayah yang belum terlayani optimal.
“Ini bukan sekadar alokasi frekuensi, tetapi strategi pemerataan transformasi digital,” ujar Dirjen Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat.
Seleksi didasarkan pada Kepmen Komdigi No. 337 Tahun 2025 yang menetapkan pita frekuensi 80 MHz (1432–1512 MHz) di tiga wilayah regional sebagai objek seleksi.
Proses ini terbuka bagi seluruh penyelenggara telekomunikasi berizin dan akan melalui evaluasi administratif serta komitmen pengembangan jaringan.
Frekuensi 1,4 GHz dirancang untuk penggunaan teknologi Time Division Duplex (TDD), yang memungkinkan operator menghadirkan layanan internet tetap dengan kecepatan dan jangkauan yang lebih baik.
“Tujuan utama kami adalah pemanfaatan maksimal untuk mendukung pendidikan, kesehatan, ekonomi digital, hingga pelayanan publik berbasis teknologi,” tambah Wayan.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dijalankan secara transparan dan akuntabel, dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik.
Komitmen pemenang akan menjadi dasar pengawasan pasca-lelang demi memastikan layanan benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Sebagaimana diketahui, pemerintah pernah mengatakan lelang frekuensi 1,4 Ghz untuk layanan internet murah kecepatan 100 Mbps dengan harga Rp 100 ribu.