Wamendagri: Kendari Berpotensi Besar Jadi Pusat MICE dan Ekonomi Kreatif di Timur Indonesia
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menilai Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, memiliki peluang besar berkembang menjadi pusat MICE dan ekonomi kreatif di kawasan timur Indonesia, didukung infrastruktur dan tata kelola yang baik.
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyampaikan pandangannya bahwa Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) di wilayah timur Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam rangka peringatan HUT ke-195 Kota Kendari pada Sabtu. Potensi ini didukung oleh penguatan infrastruktur, tata kelola pemerintahan yang efektif, serta pengembangan sektor ekonomi kreatif.
Menurut Wiyagus, posisi strategis Kendari sebagai gerbang logistik, perdagangan, dan jasa di Sulawesi Tenggara menjadi modal utama dalam mendorong transformasi ekonomi daerah secara berkelanjutan. Kota ini dinilai berhasil memadukan modernitas dengan pelestarian budaya lokal, menjadikannya menarik bagi investasi dan kerja sama internasional. Hal ini juga menjadi penekanan penting dalam arah pembangunan Kendari ke depan.
Pengakuan internasional terhadap kapasitas Kendari dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan perkotaan terlihat dari penunjukan kota ini sebagai tuan rumah forum United Cities and Local Government (UCLG) ASPAC 2026. Capaian ini menunjukkan bahwa investasi pemerintah daerah pada sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan pendapatan masyarakat mulai memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup warga.
Potensi Kendari sebagai Hub MICE dan Ekonomi Kreatif
Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa Kendari memiliki syarat lengkap untuk bertransformasi menjadi episentrum ekonomi kreatif dan pusat industri MICE di kawasan timur Indonesia. Dukungan infrastruktur berstandar internasional menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi ini. Selain itu, kualitas sumber daya manusia yang tinggi di Kendari juga menjadi faktor pendukung yang signifikan.
Pemerintah daerah Kendari dinilai berhasil memadukan penguatan infrastruktur dengan pelestarian budaya lokal, sebuah pendekatan yang meningkatkan daya tarik investasi. Integrasi antara modernitas dan kearifan lokal ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi. Kolaborasi ini juga memperluas jejaring kerja sama internasional bagi kota Kendari.
Optimalisasi potensi ekonomi biru di kawasan Teluk Kendari juga diidentifikasi sebagai pengungkit penting bagi pengembangan pariwisata bahari terintegrasi sekaligus pusat distribusi komoditas unggulan dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara. Ini akan semakin memperkuat posisi Kendari sebagai gerbang ekonomi regional.
Capaian Ekonomi dan Pembangunan Manusia Kendari
Kota Kendari menunjukkan capaian ekonomi yang impresif dengan pertumbuhan sebesar 5,16 persen, melampaui rata-rata nasional. Angka pertumbuhan ini mencerminkan dinamika ekonomi yang kuat di daerah tersebut. Tingkat inflasi di Kendari juga terkendali di angka 2,96 persen, berkat kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang efektif.
Selain itu, Kendari mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi, mencapai 86,36. Angka ini menempatkan Kota Kendari pada posisi keenam secara nasional, sebuah prestasi yang membanggakan. Capaian IPM ini mengindikasikan keberhasilan investasi pemerintah daerah pada sektor-sektor krusial.
Investasi pada sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan pendapatan masyarakat telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup warga Kendari. Peningkatan IPM ini menjadi bukti konkret bahwa pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat telah berjalan dengan baik. Hal ini juga mendukung visi Kendari sebagai kota yang modern namun tetap inklusif secara sosial.
Arah Pembangunan dan Rekomendasi Masa Depan
Wamendagri Wiyagus juga mendorong penguatan tata kelola pemerintahan yang berbasis transparansi dan digitalisasi di Kendari. Langkah ini penting untuk menciptakan pemerintahan yang akuntabel dan efisien. Percepatan pembangunan infrastruktur juga menjadi prioritas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pengembangan kota berkelanjutan, penguatan pendidikan vokasi, serta ketahanan sosial dan budaya berbasis kearifan lokal adalah beberapa rekomendasi kunci. Pendidikan vokasi akan memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang terampil. Sementara itu, ketahanan sosial dan budaya akan menjaga identitas kota di tengah modernisasi.
Momentum HUT ke-195 Kota Kendari diharapkan dapat menjadi pendorong percepatan pembangunan daerah yang inklusif, kompetitif, dan berdaya saing. Tujuan akhirnya adalah agar Kendari mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional. Ini sejalan dengan ambisi Kendari untuk menjadi kota modern namun tetap menjaga akar budayanya.
Sumber: AntaraNews