Trivia: Hindari Penipuan! Legislator Jabar Tekankan Pentingnya Jalur Pekerja Migran Legal ke Luar Negeri
Anggota DPRD Jabar, Aceng Malki, mengingatkan masyarakat untuk teliti memilih jalur Pekerja Migran Legal guna menghindari penipuan dan masalah. Simak panduan lengkapnya!
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), Aceng Malki, baru-baru ini mengeluarkan peringatan penting. Ia mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat memutuskan untuk bekerja di luar negeri. Peringatan ini disampaikan di Garut pada Kamis, 30 Oktober, mengingat maraknya kasus penipuan.
Imbauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap calon Pekerja Migran Legal menempuh jalur resmi. Proses legalitas penyaluran harus sesuai prosedur yang berlaku. Hal ini krusial untuk mencegah timbulnya masalah di kemudian hari yang dapat merugikan diri sendiri.
Aceng Malki secara konsisten mengingatkan hal ini sejak masa kampanyenya. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai tawaran kerja ilegal. Terutama bagi warga Garut, agar tidak mudah terjebak rayuan yang tidak bertanggung jawab.
Waspada Tawaran Kerja Ilegal ke Timur Tengah
Aceng Malki menyoroti secara khusus tawaran kerja ke Timur Tengah. Saat ini, ada penangguhan kerja sama untuk tenaga kerja informal dari Indonesia ke wilayah tersebut. Hanya tenaga ahli atau profesional yang diizinkan untuk bekerja di sana.
Oleh karena itu, jika ada tawaran pekerjaan di luar kategori profesional, masyarakat patut mencurigainya. Penawaran semacam itu hampir pasti merupakan jalur ilegal. Moratorium penerimaan tenaga kerja informal masih berlaku, sehingga perlu kehati-hatian.
"Ajakan ke Timur Tengah di luar di bidang kesehatan atau yang profesional lain itu berarti ilegal karena tidak ada moratoriumnya," kata Aceng. Pernyataan ini menegaskan risiko besar bagi mereka yang nekat. Memilih jalur ilegal dapat berujung pada penderitaan dan kerugian finansial.
Pentingnya Jalur Resmi dan Dukungan Pemerintah untuk Pekerja Migran Legal
Legislator Jabar tersebut menyarankan agar masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri memilih jalur legal. Negara-negara yang sudah memiliki kerja sama resmi dengan Indonesia adalah pilihan terbaik. Contohnya, saat ini Jepang dan Jerman merupakan tujuan yang direkomendasikan.
Memilih negara tujuan yang memiliki perjanjian bilateral akan menjamin perlindungan hukum. Ini juga memastikan hak-hak Pekerja Migran Legal terpenuhi. Prosesnya akan lebih transparan dan minim risiko penipuan.
Aceng Malki menyatakan kesiapannya untuk membantu memfasilitasi masyarakat. Ia siap memberikan bantuan pelatihan bahasa bagi calon Pekerja Migran Legal. Selain itu, ia juga menawarkan bantuan advokasi mengenai prosedur kerja yang benar.
"Kalau ada nanti programnya dibuka, saya siap memfasilitasi dari segi bahasanya misalnya, atau dari segi advokasinya bagaimana cara bekerja yang baik ke Jepang atau ke Jerman," ujarnya. Inisiatif ini menunjukkan komitmen untuk mendukung Pekerja Migran Legal. Ini adalah langkah konkret dalam upaya pencegahan penipuan.
Sumber: AntaraNews