DPR Sentil Melly Goeslaw Cuma Ingatkan Fadli Zon Hati-Hati Tulis Ulang Sejarah: Anggaran Kritisi
Pimpinan Komisi X DPR mengingatkan politikus Partai Gerindra Melliana Cessy Goeslaw atau Melly Goeslaw untuk mengkritisi anggaran pada Kementerian Kebudayaan.
Pimpinan Komisi X DPR mengingatkan politikus Partai Gerindra Melliana Cessy Goeslaw atau Melly Goeslaw untuk mengkritisi anggaran pada Kementerian Kebudayaan. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani saat memimpin rapat dengar pendapat dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
"Mohon ini juga bapak ibu, anggaran kita coba kritisi juga sambil diusulkan. Sambil jalan lah penulisan sejarah," kata Lalu selaku pimpinan rapat di DPR, Rabu (2/7).
Hal ini bermula ketika Melly mendapat kesempatan berbicara. Di awal pembicaraan, Melly mengapresiasi program prioritas Kementerian Kebudayaan tahun 2025 yang dinilai telah berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah dan penguatan identitas nasional.
Kemudian dia mengingatkan Fadli Zon untuk berhati-hati dalam penulisan ulang sejarah Indnesia, yang saat ini menjadi polemik di masyarakat.
"Kami hanya ingin menekankan pak, sangat pentingnya kehati-hatian dalam proses penulisan sejarah agar tetap sesuai dengan prinsip akademik, akurasi data dan kerangka hukum yang berlaku," tutur Melly.
Di akhir kesempatan berbicara, Melly melanjutkan penulisan sejarah harus berbasis pada bukti yang dapat diverifikasi, dan didukung oleh dokumen resmi negara.
"Sehingga menghasilkan narsi yang sahih, objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Itu saja, saya cuma pesan itu saja," pungkas Melly.
Lalu lantas menyentil Melly. Dia meminta para anggota DPR peserta rapat untuk mengecek kembali paparan Fadli Zon.
"Mohon dicek kembali di paparan, kemudian domain yang diberikan pada kita oleh Pak Menteri, untuk kita sama-sama menangggapi terkait anggaran yang turun drastis untuk pagu indikatif tahun 2026," tegas Lalu.