Wow, Luas Baku Sawah Sumsel Tembus 500 Ribu Hektare, Dukung Swasembada Pangan Nasional!
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mencatat peningkatan signifikan pada Luas Baku Sawah Sumsel hingga 500 ribu hektare, menjadi langkah strategis mendukung program swasembada pangan nasional.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengumumkan peningkatan signifikan pada luas baku sawah (LBS) di wilayahnya, mencapai lebih dari 500 ribu hektare hingga September 2025. Peningkatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat sektor pertanian di provinsi tersebut.
Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, menjelaskan bahwa terjadi penambahan LBS sekitar 50.000 hektare hanya pada tahun ini saja. Data terbaru dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah.
Langkah strategis ini diambil untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam aspek swasembada pangan nasional. Pemprov Sumsel bertekad memanfaatkan potensi lahan secara maksimal demi ketahanan pangan.
Peningkatan Signifikan dan Target Swasembada Pangan
Luas baku sawah di Sumatera Selatan terus menunjukkan tren peningkatan yang positif, mencerminkan keberhasilan program pertanian daerah. Dengan mencapai angka lebih dari 500 ribu hektare hingga September 2025, Sumsel menempatkan dirinya sebagai salah satu lumbung pangan potensial di Indonesia. Peningkatan ini adalah bukti nyata dari kerja keras pemerintah daerah dan petani.
Peningkatan ini tidak terlepas dari visi besar untuk mencapai swasembada pangan, sebuah prioritas nasional yang juga diusung oleh pemerintah pusat. Wakil Gubernur Cik Ujang menegaskan bahwa setiap upaya diarahkan untuk mewujudkan kemandirian pangan. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai pilar utama pembangunan.
Provinsi ini berambisi besar untuk mencapai target produksi beras hingga tiga juta ton pada tahun 2025. Target ambisius ini didukung oleh data produksi beras yang terus meningkat secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan produksi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal dan berkontribusi pada pasokan nasional.
Pada tahun 2021, produksi beras Sumsel mencapai 2,55 juta ton, kemudian meningkat menjadi 2,77 juta ton pada 2022, dan 2,83 juta ton pada 2023. Angka tersebut kembali naik menjadi 2,84 juta ton pada 2024, menunjukkan progres yang stabil dan menjanjikan. Konsistensi ini menjadi modal utama untuk mencapai target produksi tiga juta ton pada tahun ini.
Strategi Cetak Sawah Baru dan Optimalisasi Lahan
Untuk mencapai target peningkatan luas baku sawah, Pemprov Sumsel menerapkan dua strategi utama: cetak sawah baru dan optimalisasi lahan (oplah) pertanian yang sudah ada. Kedua pendekatan ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi lahan di berbagai kabupaten/kota. Pendekatan komprehensif ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan produksi pangan.
Cik Ujang menjelaskan, "Untuk menambah luas baku sawah di Sumsel pihaknya berupaya memanfaatkan potensi lahan yang tersedia di masing-masing kabupaten/kota dengan mencetak sawah baru." Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat untuk ekspansi lahan pertanian yang belum termanfaatkan. Program ini juga melibatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Pada tahun ini, Pemprov Sumsel telah memetakan lokasi seluas 270 ribu hektare untuk cetak sawah baru. Empat daerah menjadi fokus utama dalam program ini, yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Banyuasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada potensi lahan yang besar dan kesesuaian kondisi geografis.
Dari pemetaan tersebut, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memiliki potensi terbesar untuk cetak sawah baru, dengan luas mencapai 125.625 hektare. Selain itu, optimalisasi lahan pertanian yang sudah ada juga terus digalakkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Dengan demikian, diharapkan produksi beras dapat meningkat secara signifikan tanpa harus selalu membuka lahan baru.
Sumber: AntaraNews