Wali Kota Makassar dan Dubes Kuwait Jajaki Kerja Sama Lintas Sektor Strategis
Wali Kota Makassar dan Dubes Kuwait membahas peluang kerja sama lintas sektor strategis, termasuk ketahanan pangan, ketenagakerjaan, dan infrastruktur. Apa saja potensi yang akan dikembangkan dari kerja sama Makassar Kuwait ini?
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Duta Besar Kuwait, Khalid Jassim Alyassin, baru-baru ini melakukan pertemuan penting. Pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama lintas sektor antara Kota Makassar dan Kuwait. Dialog diplomatik tersebut berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 06/12.
Dalam diskusi mendalam itu, kedua belah pihak memfokuskan perhatian pada beberapa sektor strategis. Ini mencakup isu ketahanan pangan, pengembangan ketenagakerjaan, serta potensi dukungan dalam pembangunan infrastruktur. Pembahasan ini diharapkan dapat membawa manfaat signifikan bagi kedua wilayah.
Inisiatif kerja sama ini muncul dari keinginan untuk memperkuat hubungan bilateral. Khususnya, Makassar mencari dukungan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan fasilitas publik. Dubes Kuwait menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah awal yang menjanjikan.
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Ketenagakerjaan
Wali Kota Munafri Arifuddin menyoroti potensi besar dalam penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Makassar. Ia mengungkapkan bahwa banyak warga Makassar mencari peluang kerja di luar negeri, seringkali ke negara-negara Barat. Munafri melihat peluang lebih baik di negara-negara Islam seperti Kuwait, yang memiliki nilai-nilai positif dalam aspek ketenagakerjaan.
Menurut Munafri, bekerja atau studi di Kuwait akan lebih menguntungkan bagi warga Muslim Makassar. Hal ini karena Kuwait memiliki latar budaya dan pandangan spiritual yang tidak jauh berbeda. Kesamaan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dan produktif bagi mereka.
Untuk mempersiapkan SDM, Munafri menyebut Makassar Creative Hub (MCH) sebagai fasilitas kunci. MCH dirancang untuk memperkuat keterampilan masyarakat melalui berbagai pelatihan dan kompetensi industri modern. Namun, ia menekankan pentingnya pelatihan tambahan untuk memahami sosial budaya dan tradisi Kuwait itu sendiri.
Potensi Dukungan Infrastruktur dan Transportasi Publik
Selain sektor ketenagakerjaan, diskusi juga menyentuh peluang dukungan dalam bidang transportasi publik. Munafri Arifuddin secara spesifik membuka potensi kerja sama untuk transportasi sekolah. Ia juga mengusulkan dukungan untuk transportasi laut bagi warga kepulauan di sekitar Makassar.
Sektor infrastruktur menjadi salah satu pilar penting dalam rencana kerja sama Makassar Kuwait ini. Pembangunan infrastruktur yang memadai akan mendukung konektivitas dan mobilitas warga. Ini termasuk upaya peningkatan fasilitas publik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Munafri menyatakan kesiapannya untuk segera menyusun daftar program konkret. “Kami akan segera menyusun daftar program,” ujarnya. Setelah itu, pihaknya siap melanjutkan pertemuan berikutnya untuk membahas detail teknis lebih lanjut.
Langkah Awal Menuju Kerja Sama Konkret
Duta Besar Kuwait, Khalid Jassim Alyassin, menyambut baik inisiatif kerja sama Makassar Kuwait ini. Ia menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal yang krusial. Tujuannya adalah menelaah potensi kerja sama yang akan dibangun secara lebih mendalam.
Khalid Jassim Alyassin menegaskan komitmen Kuwait untuk bekerja sama di berbagai sektor. "Kami ingin bekerja sama di berbagai sektor," ucapnya. Ia secara spesifik menyebut ketahanan pangan, ketenagakerjaan, pembangunan, dan infrastruktur sebagai area prioritas.
Usai pertemuan ini, langkah selanjutnya adalah pembahasan teknis bersama pihak Kuwait. Diskusi ini akan bertujuan untuk menentukan sektor prioritas yang paling relevan dan memiliki dampak signifikan. Ini menunjukkan keseriusan kedua belah pihak dalam mewujudkan kerja sama yang konkret.
Sumber: AntaraNews