Terungkap! Immanuel Ebenezer Dapat Motor Ducati dari 'Tanya-Tanya' ke Pejabat Kemenaker, KPK Ungkap Modusnya
KPK mengungkap Immanuel Ebenezer menerima motor Ducati mewah usai bertanya kepada pejabat Kemenaker.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara mengejutkan mengungkapkan fakta baru terkait kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Immanuel Ebenezer Gerungan (IEG), yang saat itu menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, diduga menerima satu unit kendaraan roda dua mewah. Motor tersebut diperoleh setelah IEG bertanya kepada Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker, Irvian Bobby Mahendro (IBM).
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menjelaskan bahwa perbincangan antara Immanuel Ebenezer dan Irvian Bobby Mahendro menjadi kunci terungkapnya pemberian motor ini. IEG bertanya kepada IBM, "Saya tahu kamu main motor besar. Kalau untuk saya (IEG), cocoknya motor apa?" Pertanyaan ini kemudian ditindaklanjuti dengan pembelian motor Ducati oleh IBM. Tindakan ini memicu kecurigaan KPK akan adanya transaksi tersembunyi.
Pemberian motor Ducati ini menjadi salah satu bukti penting dalam kasus pemerasan sertifikat K3 yang tengah diusut KPK. Immanuel Ebenezer bersama 10 orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Penemuan motor Ducati yang dibeli secara off the road atau tanpa surat-surat resmi semakin memperkuat dugaan adanya upaya untuk menyembunyikan jejak transaksi ilegal yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Modus Pembelian Ducati dan Dugaan Pemerasan K3
KPK menduga bahwa pemberian motor Ducati kepada Immanuel Ebenezer merupakan bagian dari modus operandi dalam kasus pemerasan sertifikat K3. Pembelian motor Ducati dilakukan secara off the road, yang berarti tanpa kelengkapan surat-surat kendaraan resmi. Hal ini menimbulkan kecurigaan kuat bagi KPK bahwa metode pembelian tersebut sengaja dilakukan untuk menyembunyikan transaksi dan menghindari pencatatan resmi.
Irvian Bobby Mahendro, yang merupakan Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker, diduga menjadi pihak yang membelikan motor tersebut. Setelah Immanuel Ebenezer menanyakan jenis motor yang cocok, IBM kemudian membeli dan mengirimkan satu unit Ducati langsung ke rumah IEG. Perbincangan singkat namun berujung pada pemberian barang mewah ini menjadi indikasi adanya relasi yang tidak wajar dalam konteks pengurusan sertifikat K3.
Kasus pemerasan ini berpusat pada pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan Kemenaker. KPK melihat adanya pola di mana pejabat Kemenaker diduga memanfaatkan jabatannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Terungkapnya pemberian motor Ducati ini menambah daftar barang bukti yang memperkuat dugaan adanya praktik korupsi dan pemerasan yang terstruktur di institusi tersebut.
Penetapan Tersangka dan Penahanan Immanuel Ebenezer
Pada Jumat, 22 Agustus 2025, KPK secara resmi menetapkan Immanuel Ebenezer Gerungan bersama 10 orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat K3. Penetapan ini merupakan hasil dari penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh KPK. Immanuel Ebenezer disebut telah menerima uang tunai senilai Rp3 miliar, selain satu unit kendaraan roda dua bermerek Ducati.
Setelah penetapan tersangka, KPK langsung melakukan penahanan terhadap Immanuel Ebenezer dan 10 tersangka lainnya. Mereka akan ditahan selama 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 22 Agustus hingga 10 September 2025. Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Cabang KPK Gedung Merah Putih, sebagai bagian dari proses hukum untuk mempermudah penyelidikan lebih lanjut.
Pada tanggal yang sama dengan penetapan tersangka dan penahanan, Immanuel Ebenezer juga dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Pencopotan ini dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menindak tegas praktik korupsi di jajaran pemerintahan. Kasus ini menjadi sorotan publik mengingat posisi strategis para tersangka di Kementerian Ketenagakerjaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, berikut adalah identitas 11 tersangka pada waktu terjadinya perkara tersebut:
- Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker tahun 2022-2025: Irvian Bobby Mahendro (IBM)
- Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Kemenaker tahun 2022-sekarang: Gerry Aditya Herwanto Putra (GAH)
- Subkoordinator Keselamatan Kerja Direktorat Bina K3 Kemenaker tahun 2020-2025: Subhan (SB)
- Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Kemenaker tahun 2020-2025: Anitasari Kusumawati (AK)
- Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3 Kemenaker pada Maret-Agustus 2025: Fahrurozi (FRZ)
- Direktur Bina Kelembagaan Kemenaker tahun 2021-Februari 2025: Hery Sutanto (HS)
- Sub-Koordinator di Kemenaker: Sekarsari Kartika Putri (SKP)
- Koordinator di Kemenaker: Supriadi (SUP)
- Pihak PT KEM Indonesia: Temurila (TEM)
- Pihak PT KEM Indonesia: Miki Mahfud (MM)
- Wamenaker: Immanuel Ebenezer Gerungan (IEG)
Sumber: AntaraNews