Tegas! Bupati Bogor Bakal Copot Petugas Dishub yang Potong Uang Kompensasi Sopir Angkot
Kepala Dishub Kabupaten Bogor memastikan tidak ada satu pun anggotanya yang terlibat dalam pemotongan dana kompensasi.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan, komitmennya untuk menindak tegas pihak yang diduga memotong uang kompensasi milik sopir angkot di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Dia memastikan, jika terbukti ada keterlibatan pihak dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, maka pihak tersebut akan dicopot dari jabatannya.
“Sejak awal kami tegaskan bahwa pembagian insentif sopir angkot tidak melalui Pemkab Bogor. Namun saat muncul pemberitaan yang menyeret nama oknum dari Dishub Kabupaten Bogor, saya langsung minta kepada Kadishub untuk menindaklanjuti. Jika terbukti ada oknum terlibat, saya minta segera dicopot dari jabatannya,” tegas Rudy, Minggu (6/4).
Rudy menyatakan pihaknya masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
“Kami akan pastikan kembali besok. Jika dalam pemeriksaan lebih lanjut terbukti ada keterlibatan, maka kami akan memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan perundang-undangan. Pencopotan jabatan akan dilakukan tanpa kompromi,” ujarnya.
Dishub Bantah Keterlibatan
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Agus Ridho memastikan tidak ada satu pun anggotanya yang terlibat dalam pemotongan dana kompensasi. Ia menyebut nama Dishub hanya dicatut oleh oknum untuk meyakinkan para sopir.
“Saya pastikan tidak ada anggota Dishub yang bermain. Nama Dishub hanya dicatut oleh oknum untuk meyakinkan para sopir. Kami tidak terlibat sama sekali,” kata Agus.
Namun demikian, Agus menyatakan siap bertindak jika nanti ditemukan keterlibatan internal.
“Kalau pun ada anggota saya yang terbukti terlibat, saya sendiri yang akan mengusulkan sanksi kepada Bupati,” tambahnya.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah sopir angkot di kawasan Puncak melaporkan adanya pemotongan dana kompensasi oleh oknum yang mengatasnamakan Dishub. Pemerintah Kabupaten Bogor kini tengah mendalami laporan tersebut, yang telah menjadi sorotan publik.