Tak akan Polisikan Tudingan Ijazah Palsu S3, Hakim MK Arsul Sani Tegaskan Pejabat Publik Jangan Emosional
Arsul menegaskan bahwa ia akan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu negatif yang beredar.
Hakim Konstitusi, Arsul Sani, menyatakan tidak akan melaporkan individu-individu yang mengklaim bahwa ijazah S3-nya adalah palsu kepada pihak kepolisian. Sebaliknya, Arsul menegaskan bahwa ia akan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu negatif yang beredar.
"Saya tidak kenal dengan mereka, saya anggap mereka adik-adik saya atau anak-anak saya yang melakukan pelaporan itu. Jadi saya tidak akan melapor balik," ungkap Arsul kepada wartawan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (17/11/2025).
Arsul juga menambahkan bahwa sebagai seorang pejabat publik, penting untuk bersikap proporsional dalam menghadapi kritik. Ia berpendapat bahwa reaksi emosional tidak diperlukan, terutama ketika kritik tersebut tidak berdasar.
"Ketika pejabat publik dikritisi ya kita proporsional saja dan harus menyikapinya dengan dingin tidak emosional. Terlepas itu tidak benar, keyakinan saya tentu saya harus bijak, itu adik-adik saya, saya tahulah itu adik-adik saya atau anak-anak saya yang masih mahasiswa," jelas Arsul.
Setiap Tudingan Perlu Dikonfirmasi
Di masa mendatang, Arsul mengharapkan agar sebagai seorang muslim, prinsip yang selalu diajarkan adalah untuk melakukan tabayun atau konfirmasi kepada pihak yang bersangkutan ketika menghadapi masalah.
"Saya appreciate ketika teman-teman cover both side, cover both side itu kan itu tabayun, nah jadi saya tidak akan merespons dengan cara katakanlah melakukan laporan balik karena itu, saya anggap itu hal yang biasa," ujarnya dengan tenang.
Arsul menekankan pentingnya tabayun sebagai langkah pertama dalam menyelesaikan masalah. Ia menghargai upaya teman-temannya yang berusaha untuk melihat kedua sisi dari suatu persoalan.
"Saya appreciate ketika teman-teman cover both side, cover both side itu kan itu tabayun, nah jadi saya tidak akan merespon dengan cara katakanlah melakukan laporan balik karena itu, saya anggap itu hal yang biasa," tambahnya.
Tudingan Ijazah Palsu Arsul Sani
Baru-baru ini, Arsul Sani menjadi sorotan karena munculnya isu negatif mengenai dugaan penggunaan ijazah palsu yang berkaitan dengan gelar doktor yang diperolehnya dari Collegium Hummanum - Warsaw Management University di Polandia pada tahun 2023.
Isu tersebut dilaporkan oleh Aliansi Masyarakat Pemerhati Konstitusi (AMPK) kepada Bareskrim Polri pada Jumat, 14 November 2025. Dalam laporan tersebut, AMPK menyertakan bukti berupa pemberitaan dari media lokal yang menyebutkan bahwa universitas tempat Arsul Sani menempuh pendidikan sedang menghadapi masalah terkait penerbitan ijazah palsu dan saat ini sedang diselidiki oleh Komisi Antikorupsi Polandia.