"Saya Panik Karena Dia Teriak, Makanya Saya Cekik"
"Di situlah saya ambil badik saya tusuk baru saya tarik, baru saya bolak-balik lagi."
Polisi menangkap seorang pria berinisial YN (31). Penangkapan ini dilakukan setelah ia diduga melakukan pembunuhan terhadap wanita berinisial MKP (34) secara sadis saat Open Booking (BO) di sebuah wisma di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ternyata, pelaku tega menghabisi nyawa korban karena panik pada saat itu. Hal ini disampaikan pelaku saat konferensi pers di Mapolres Sidrap pada Jumat, 12 September 2025.
"Waktu itu saya melakukan karena sudah panik, karena terancam dia teriak. Makanya saya melakukan mencekik, waktu itu masih ada saksi, selalu berteriak. Di situlah saya ambil badik saya tusuk baru saya tarik, baru saya bolak-balik lagi. Setelah itu saya tinggalkan si korban dan saat itu saya sudah tidak tahu apa yang terjadi," kata YN.
Namun, bukan hanya karena panik menjadi faktor menghabisi nyawa korban. Melainkan masalah waktu yang masih tersisa dan MKP meminta pembayaran secara full.
"Maaf, masalah itu di MiChat, sebelum kita pergi ketemu, pastinya sudah kasih tahu untuk penyampaian pembayarannya perjanjian mengenai Rp600.000 satu jam. Setelah itu saya cuma main satu kali, masih ada waktu saya 25 menit," jelasnya.
"Nah terus ini si korban mau meminta uang pembayaran senilai Rp600.000, tapi waktu saya masih ada. Bagaimana saya mau bayar, masih ada waktu saya," sambungnya.
Masih Ada 25 Menit
Sebelum menghilangkan nyawa korban, saat itu terduga pelaku mencoba untuk melakukan penawaran pembayaran terhadap korban. Apa yang dikatakannya itu karena dirinya merasa masih memiliki waktu sebanyak 25 menit.
"Kan perjanjian sama korban saya punya uang cash sama uang transfer, saya bicara sama korban. Tapi saya bilang kalau mau, gimana kalau saya bayar separoh Rp300 ribu, tapi si korban tidak mau. Setelah itu saya juga tidak mau, masih ada waktu saya 25 menit, masa saya langsung bayar sepenuhnya," ujarnya.
Atas apa yang diperbuatnya itu, terduga pelaku yang belum menikah atau berkeluarga ini pun menyesal dan mengakui perbuatannya. Hal itu dilakukan olehnya juga karena dirinya kerap ditipu.
"Mohon maaf saya belum berkeluarga, korban satu kali. Saya menyesal sekali kenapa saya ada disini, saya mengakui kesalahan saya. Karena kenapa ini ada percekcokan, karena saya sering ditipu," ungkapnya.
"(Kenapa pelampiasan ke sana) Begini, mohon maaf, pernah saya ketemu dikelola, saya sudah bayar Rp500.000 tapi tidak main," pungkasnya.