Pramono Soal ASN DKI Jakarta Gratis Naik Transportasi Umum: Enggak Semua Gajinya Gede
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan tidak seluruh ASN Jakarta bergaji besar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal alasan aparatur sipil negara (ASN) masuk dalam 15 golongan penerima layanan gratis naik transportasi di Jakarta.
Menurutnya, tidak semua ASN di lingkungan Pemprov DKI memiliki gaji tinggi seperti yang diasumsikan publik.
“Kenapa kemudian ASN itu digratiskan? Itu kan kebijakan yang diambil karena bagaimanapun ASN di DKI Jakarta enggak semuanya gajinya gede,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (5/11).
Ia menyampaikan, hanya orang dengan jabatan tertentu di pemerintahan yang memiliki gaji cukup besar, namun hal itu tidak berlaku bagi seluruh ASN.
“Kalau gubernur, wakil gubernur, gajinya cukup pasti, tapi kalau ASN enggak semuanya gede,” kata dia.
Oleh karena itu, Pramono menyebut kebijakan memasukkan ASN dalam golongan gratis naik transportasi umum bertujuan meningkatkan akses transportasi publik sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.
Pendaftaran Dibuka
Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai membuka pendaftaran bagi masyarakat yang berhak mendapatkan layanan transportasi umum gratis.
Program ini diberikan kepada 15 golongan masyarakat, termasuk lansia, pelajar, hingga petugas rumah ibadah.
Menurut Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo, pembukaan pendaftaran dilakukan menyusul terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2025 tentang pemberian layanan angkutan umum massal gratis.
Nantinya, penerima manfaat bisa menggunakan layanan Transjakarta, MRT, LRT Jakarta, dan Mikrotrans tanpa dikenai biaya alias gratis.
Adapun pendaftaran pertama, telah dibuka oleh Dishub DKI Jakarta di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD), Bundaran HI pada Minggu 2 November 2025.
“Kami berupaya menjemput bola terkait layanan tarif gratis untuk 15 golongan. Karena peraturannya baru, maka kami membuka booth di HBKB dan animonya cukup masif,” kata Syafrin kepada wartawan di Jakarta, dikutip Senin (3/11).
Ia mengatakan, pembukaan booth pendaftaran akan dilakukan setiap akhir pekan di lokasi HBKB yang berbeda agar masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendaftar. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat distribusi kartu bagi masyarakat yang berhak menikmati layanan gratis tersebut.
Selain melakukan pendaftaran di booth, warga juga dapat mendaftar secara online (daring) atau bisa datang langsung ke kantor Transjakarta di Cawang serta beberapa cabang Bank DKI.
Meski begitu, Syafrin menyebutkan pendaftaran belum bisa dilakukan di tingkat kelurahan karena keterbatasan petugas validasi data.
“Kalau di kelurahan, ada keterbatasan staf. Karena yang melakukan validasi dan sinkronisasi data hanya petugas Transjakarta dan Bank DKI,” jelasnya.
15 Golongan Masyarakat
Berikut 15 golongan masyarakat yang bisa dapat kartu layanan gratis naik transportasi umum:
1. Peserta didik penerima KJP Plus dan Jakarta Mahasiswa Unggul (JM Unggul)
2. Penerima bansos anak
3. Penghuni Rusunawa
4. Tim dan Kelompok PKK
5. PJLP dan Pegawai Non-ASN Pemprov DKI Jakarta
6. ASN dan pensiunan PNS DKI Jakarta
7. Penyandang disabilitas
8. Lansia berusia 60 tahun ke atas (penduduk DKI Jakarta)
9. Veteran RI
10. Karyawan swasta dengan Kartu Pekerja Jakarta (KPJ)
11. Pendidik PAUD
12. Penjaga rumah ibadah
13. Warga Kepulauan Seribu
14. Juru pemantau jentik, karang taruna dasawisma, dan kader posyandu
15. TNI dan Polri