PPPA Bone Bolango Ajak Remaja Jadi Pelopor Pencegahan Pernikahan Dini
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bone Bolango aktif mengajak remaja desa menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan pernikahan dini, demi mewujudkan generasi berkualitas dan berdaya saing.
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, secara proaktif mengajak para remaja di wilayahnya untuk menjadi pelopor dalam mencegah pernikahan dini. Inisiatif ini menekankan pentingnya peran aktif remaja sebagai agen perubahan, bukan sekadar objek pembangunan.
Kepala Bidang PPPA Kabupaten Bone Bolango, Oktavianita Helingo, menyampaikan hal tersebut dalam penyuluhan bertajuk 'Stop Pernikahan Dini Wujudkan Generasi Berkualitas' yang diselenggarakan di Gorontalo pada hari Sabtu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi dan mendorong anak muda agar berani mengambil peran sebagai pelopor dan pelapor terhadap praktik pemaksaan pernikahan dini serta kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan sekitar.
Helingo berharap edukasi ini dapat mengubah pola pikir remaja, mendorong mereka untuk lebih mengutamakan prestasi dan pendidikan. Hal ini penting sebelum mereka memutuskan untuk berkeluarga di usia yang lebih matang, guna melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas di Bone Bolango.
Peran Remaja sebagai Pelopor dan Pelapor
Oktavianita Helingo menegaskan bahwa remaja memiliki peran krusial dalam upaya pencegahan pernikahan dini dan kekerasan. Mereka diharapkan menjadi pelopor untuk tidak melakukan kekerasan, tidak terlibat dalam pernikahan di bawah umur, dan tidak menjadi pelaku kekerasan, termasuk kekerasan seksual.
Selain itu, remaja juga didorong untuk menjadi pelapor jika menemukan kasus pemaksaan pernikahan dini atau kekerasan di lingkungan mereka. Peran ganda sebagai pelopor dan pelapor ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung tumbuh kembang anak dan remaja.
PPPA Bone Bolango berharap para remaja terus belajar, berkiprah, dan mengembangkan kreativitas mereka. Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam komunitasnya, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Edukasi di Desa Ramah Perempuan dan Perlindungan Anak
Kegiatan penyuluhan ini mendapat apresiasi tinggi dari PPPA Bone Bolango, khususnya kepada Pemerintah Desa Huntu Selatan. Desa ini dinilai konsisten dalam mengedukasi perlindungan anak, meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran dana desa.
Langkah proaktif Desa Huntu Selatan sangat relevan mengingat desa tersebut merupakan salah satu dari 49 desa ramah perempuan dan perlindungan anak (DRPPA) di Kabupaten Bone Bolango. Status DRPPA ini menuntut komitmen lebih dalam upaya perlindungan dan pemberdayaan.
Kepala Desa Huntu Selatan, Yasin Jabi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons nyata terhadap kasus pernikahan dini yang masih ditemukan di wilayahnya. Saat ini, terdapat kasus yang tengah dalam proses persidangan di pengadilan, menunjukkan urgensi dari edukasi semacam ini.
Sinergi Lintas Sektor untuk Generasi Berkualitas
Keberhasilan program DRPPA sangat bergantung pada koordinasi aktif antara pemerintah desa dengan berbagai pihak terkait. Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA), Polsek, dan Puskesmas merupakan instansi-instansi yang turut serta dalam memberikan materi edukasi.
Sinergi ini memastikan bahwa informasi dan dukungan yang diberikan komprehensif, mencakup aspek hukum, kesehatan, dan sosial. Dengan demikian, edukasi pencegahan pernikahan dini dapat tersampaikan secara luas melalui bahasa yang mudah dipahami antar-remaja.
Melalui kolaborasi yang kuat antara kebijakan desa dan pendampingan dari Dinas PPPA, diharapkan tidak ada lagi kasus pernikahan dini di Desa Huntu Selatan pada tahun-tahun mendatang. Tujuan akhirnya adalah melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas di Bone Bolango.
Sumber: AntaraNews