Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Periksa Saksi dan CCTV
Polri berkomitmen mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus, dengan fokus pada pemeriksaan saksi dan analisis rekaman CCTV untuk kejelasan dan penangkapan pelaku.
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tengah gencar melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Insiden nahas ini terjadi setelah Andrie Yunus menyelesaikan rekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta.
Penyelidikan kasus penyiraman air keras ini melibatkan pengumpulan berbagai alat bukti digital, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara. Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa rekaman CCTV tersebut sedang dalam proses analisis lebih lanjut, dengan harapan dapat segera mengidentifikasi pelaku.
Selain analisis CCTV, pihak kepolisian juga telah melakukan wawancara terhadap dua orang saksi yang relevan dengan kejadian tersebut. Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa proses pendalaman terhadap para saksi masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan jumlah saksi akan bertambah seiring perkembangan penyelidikan.
Langkah Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras
Polri menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, sesuai dengan arahan langsung dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Komitmen ini bertujuan untuk mengungkap pelaku di balik tindakan keji tersebut secara transparan dan tanpa pandang bulu.
Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa Polri akan bekerja sungguh-sungguh untuk membuat terang benderang kasus ini, serta menangkap pelakunya siapa pun dia. Proses penyelidikan akan selalu berada dalam prosedur dan koridor hukum yang berlaku, menjamin keadilan bagi korban.
Pengumpulan bukti digital, seperti rekaman CCTV, menjadi prioritas utama dalam upaya identifikasi pelaku. Analisis forensik digital diharapkan dapat memberikan petunjuk krusial yang mengarah pada penangkapan para pelaku penyiraman air keras ini.
Kronologi Penyerangan Terhadap Andrie Yunus
Peristiwa penyiraman air keras ini terjadi sesaat setelah Andrie Yunus menyelesaikan sesi rekaman siniar (podcast) yang membahas topik sensitif mengenai militerisme dan uji materi Undang-Undang TNI. Informasi awal menyebutkan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 23.37 WIB.
Saat itu, korban sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, ketika dua orang pelaku yang juga menggunakan sepeda motor mendekatinya. Tanpa peringatan, para pelaku langsung menyiramkan air keras ke arah Andrie Yunus sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Modus operandi yang digunakan pelaku menunjukkan adanya perencanaan dan niat jahat. Penyerangan yang terjadi di malam hari dan penggunaan sepeda motor oleh pelaku mengindikasikan upaya untuk menghindari identifikasi dan penangkapan.
Dampak dan Penanganan Medis Korban
Akibat serangan brutal ini, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius pada beberapa bagian tubuhnya. Luka bakar teridentifikasi pada bagian tangan dan kaki, serta menyebabkan gangguan signifikan pada penglihatan korban.
Korban dilaporkan menderita luka bakar sekitar 24 persen dari total luas permukaan tubuhnya. Setelah insiden, Andrie Yunus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama untuk mengatasi cedera pada mata yang terkena cairan korosif tersebut.
Penanganan medis intensif diperlukan untuk memulihkan kondisi Andrie Yunus dari luka bakar yang dideritanya. Kasus ini menyoroti kerentanan aktivis dalam menjalankan tugasnya dan pentingnya perlindungan hukum bagi mereka.
Sumber: AntaraNews