Polemik Raja Kembar Solo, Adik PB XIII Tantang Purboyo Tes DNA
Tes DNA tersebut dimaksudkan untuk mengakhiri polemik tentang siapa yang berhak mewarisi tahta di Keraton Surakarta paska wafatnya PB XIII, 2 November 2025.
Polemik raja kembar di Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat makin meruncing. Adik mendiang Paku Buwono (PB) XIII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari Koes Moertiyah atau akrab disapa Gusti Moeng menantang PB XIV Purboyo untuk melakukan tes DNA (Deoxyribonucleic Acid), tes laboratorium untuk mengetahui garis keturunan.
Gusti Moeng yang juga Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) mengatakan, tes DNA tersebut dimaksudkan untuk mengakhiri polemik tentang siapa yang berhak mewarisi tahta di Keraton Surakarta paska wafatnya PB XIII, 2 November 2025.
"Daripada kita ramai terus, ya buktikan aja, dengan tes DNA," ujar Moeng kepada awak media saat peringatan Hari Tari di Keraton Surakarta, Kamis (30/4).
Gusti Moeng menilai apa yang dilakukan adik iparnya, Asih Winarni atau GKR Pakubuwono XIII Hangabehi melantik anaknya KGPH Purboyo menjadi PB XIV sebagai sikap jumawa. Padahal sejumlah pihak masih meragukan statusnya sebagai putra PB XIII.
"Jumowo (jumawa), Jumowo tahu nggih ? Jumowo itu merasa berani, merasa, ya pokoknya jumowo gitu. Berani melantik anaknya yang belum tentu jelas anaknya kakak saya. Kakak saya Sinuhun maksudnya, Sinuhun ke tiga belas (PB XIII)," ujar dia.
Istri KPH Eddy Wirabhumi mengajak keluarga Keraton Kasunanan Surakarta, khususnya para pendukung PB XIV Purboyo untuk kembali duduk bersama mencari solusi agar konflik raja kembar PB XIV Purboyo dan PB XIV Hangabehi segera berakhir.
"Makanya yang utama sekarang, ayo kita berembuk lagi. Daripada kita ramai terus, buktikan saja dengan tes DNA, nggih. Saya utamakan begitu," kata dia.
Gusti Moeng juga menyindir sikap yang ditunjukkan keponakannya, yang juga anak tertua PB XIII, G.K.R.P. Timoer Rumbai Kusuma Dewayani. Seperti diketahui Rumbai saat ini berada di kubu PB XIV Purboyo, berseberangan dengan Gusti Moeng yang menjadi penyokong utama PB XIV Hangabehi.
"Saya juga heran dengan keponakan saya anaknya Sinuhun kangmas yang paling tua itu. Dia itu kok musuhin saya, musuhin LDA itu, terus tujuannya itu apa ? Coba panjenengan rasakan, karepe kui opo (maunya apa) ? Kok bisa dia memusuhi saya, aneh banget kan ya," ujar dia.
Gusti Moeng mengatakan jika sejak kecil keponakannya itu dibawah bimbingannya hingga dewasa.
"Sejak kecil itu tak bimbing kok. Nggak tahu diiming imingin apa sama si genduk itu. Itu yang sangat apa ya. Pada titik akhir kok dia kepleset. Kepleset dia itu," kata Goes Moeng.
Polemik raja kembar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat muncul seusai mangkatnya PB XIII, awal November tahun lalu. Sesaat sebelum pemakaman, Asih Winarni atau GKR Pakubuwono XIII Hangabehi didukung putri tertua GKR Timoer Rumbai Kusumo Dewayani, menobatkan KGPH Purboyo menjadi PB XIV menggantikan ayahnya.
Pengukuhan putra sulung PB XIII menjadi raja Surakarta mendapatkan tentangan dari kubu LDA dan keluarga lainnya. Pada 13 November 2025, LDA didukung sentono dan sebagian keturunan trah Mataram lainnya menobatkan KGPH Hangabehi (putra tertua PB XIII) menjadi PB XIV.