Pasien Keracunan MBG di Cisarua Bandung Barat 502 Orang, Pemkab Bakal Ajukan Klaim Pengobatan ke BGN
Dengan begitu, pasien dan keluarga tidak perlu risau untuk urusan ongkos pengobatan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat (KBB) bakal mengajukan klaim biaya pengobatan dan perawatan pasien keracunan massal diduga usai menyantap MBG kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Dengan begitu, pasien dan keluarga tidak perlu risau untuk urusan ongkos pengobatan.
"Dari BGN kan sudah statement kalau ada kejadian keracunan akibat MBG itu akan bertanggungjawab," kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Kesehatan KBB, Nurul Rasihan, Kamis (16/10).
Nurul bilang, saat ini pihaknya bakal berkoordinasi dengan BGN. Itu dilakukan terkait petunjuk teknis (juknis) untuk proses biaya pengobatan pasien.
"Kami sedang berkoordinasi juknisnya seperti apa. Juknisnya kami belum menerima tetapi mungkin secara umum untuk mengklaiman atau reimbuerse pastinya kaya bukti, pasti akan diserahkan datanya," jelas Nurul.
Seperti diketahui, kejadian keracunan massal terjadi di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, pada Selasa 14 Oktober 2025. Siswa-siswa di SMPN 1 Cisarua mengalami sejumlah gejala mulai pusing, mual, muntah, hingga sesak napas usai menyantap MBG.
Esok harinya, Rabu 15 Oktober 2025, gelombang pasien dari SDN Garuda dan SMKN 1 Cisarua berjatuhan, dengan gejala serupa, juga usai menyantap sajian MBG. Para pasien tidak hanya berasal dari kalangan pelajar tetapi juga guru.
Para pasien mendapat penanganan di posko SMPN 1 Cisarua sebagai posko utama. Untuk mereka yang membutuhkan tindakan lanjutan, dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan lain seperti RSUD Lembang, RS Cibabat, RSJ Cisarua, dan RS Dustira.
Penyebab keracunan, diduga berasal dari menu ayam yang didistribusikan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Panyandaan, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Plt Kepala Dinas Kesehatan KBB, Lia N Sukandar mengungkap total jumlah pasien. Hingga Rabu 15 Oktober 2025 pukul 23.41 WIB, terdata ada 502 orang.
“452 telah pulang, 50 masih dirawat,” katanya saat dikonfirmasi Kamis (16/10).
“Tidak ada korban baru,” imbuh dia.
Fenomena keracunan massal diduga usai menyantap MBG dengan korban mencapai ratusan di Kecamatan Cisarua menjadi yang kali ketiga terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas pada 22 hingga 25 September 2025 dengan sedikitnya korban 1.315 pasien dari kalangan pelajar, guru, hingga ibu menyusui.
Kendati begitu, Pemkab KBB tidak menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk peristiwa di Kecamatan Cisarua.
"Saat ini belum memutuskan (KLB) karena pemulihannya lebih cepat dari yang di Cipongkor. Penanganan pasien jadi prioritas utama kami," kata Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, saat meninjau posko penanganan pasien keracunan MBG di SMPN 1 Cisarua, KBB, pada Selasa (14/10) malam.