Pagar Kurung Rumah Lansia di Tangerang Dibongkar, Ternyata Ini Duduk Perkaranya
Atas kesepakatan kedua belah pihak disaksikan aparat desa, TNI dan Polri pagar tersebut pun dibongkar.
Kepala Desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Lemo, Kecamatan Teluknaga, Tangerang bergerak cepat menuntaskan polemik pemagaran yang mengisolasi rumah lansia di desa tersebut. Atas kesepakatan kedua belah pihak disaksikan aparat desa, TNI dan Polri pagar tersebut pun dibongkar.
"Sudah musyawarah. Alhamdulillah sudah saling menyadari,” kata Kades Lemo, Satria dikonfirmasi, Kamis (13/3).
Penyebab Rumah Dipagar Tetangga
Pemilik rumah yang terisolasi, Afon Hendrik (73), mengakui pemagaran di sekeliling halaman rumahnya itu karena cekcok sang istri, Ripuh (57), dengan tetangga pelaku pemagaran Mandor Usin.
Cekcok antar tetangga itu bermula saat Usin ingin ke ruma kosong di sebelah rumah Ripuh dan Afon Hendrik, namun akses ke rumah kosong itu ditutup pagar kayu oleh Ripuh.
Hingga akhirnya cekcok hebat antara Ripuh dan Usin Selasa (11/3) kemarin hingga Usin mengancam akan menembok akses jalan rumah Ripuh .
“Ribu-ribut begitu, terus Dia bilang, dia mau pagar Ya, istri saya, sautin ‘Ya, pagar aja’ silahkan pagar Terserah mau diapain kayalah Udah pusing sama kamu’ (kata) Istri saya bilang, gitu Nah,” terang Hendrik.
Afon Hendrik dan sang istri Ripuh pun tak dapat berbuat apa-apa ketika pagar tembok berbahan bata hebel itu terpasang mengeliling akses rumahnya.
“Saya nggak mau ribut pak biarin aja, saya udah lapor sama RT sama lurah (Limo),” jelasnya.
Sepakat Damai
Namun setelah video sang istri yang mengomentari pemagaran itu viral di media sosial, dia bersama Usin diminta datang ke kelurahan Limo untuk dimediasi. Hingga akhirnya menyepakati upaya perdamaian kedua belah pihak.
“Sepakat damai. Material pagar tembok Katanya mau diganti lurah, kalau jumlah engga tau. Kemudian, berjanji tidak akan mengulang perbuatan serupa dan tanda tangan hitam diatas putih,” tandas dia.
Lansia di Tangerang Terisolasi Usai Akses Rumah Dipagar Tetangga, Minta Bantuan Prabowo dan Polisi
Akses rumah warga di Jalan Gang Lemo, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang diduga sengaja dipagari hingga menyebabkan pasangan lansia yang berada di dalam rumah terisolasi. Aksi pemagaran rumah lansia itu viral setelah diunggah di media sosial.
Dalam unggahan video di media sosial memperlihatkan wanita lanjut usia tersebut berdiri di antara pagar dan akses depan rumah wanita tersebut. Dalam video itu, sang wanita memohon bantuan karena akses ke area rumah terisolasi akibat pemagaran disekililing akses rumahnya.
"Pak Presiden Prabowo tolong saya, saya enggak bisa jalan. Jalanan saya ditutup, tolong. Pak polisi dari mana pun tolong saya," ucap wanita lansia itu.
Dia bahkan menyebut jika suaminya yang sedang sakit dan butuh pemeriksaan kesehatan menjadi terhalang pagar ketika ingin keluar masuk rumah.
"Suami saya mau checkup aja susah lewat pak polisi. Enggak bisa lewat. Enggak ada kesalahan apa-apa di saya pak, tolong saya, orang miskin, orang terhina,” ujar dia.
Wanita itu pun berkali-kali menyebut nama Presiden Prabowo Subianto dan institusi Polri agar bisa membantu akses jalan penghuni rumah. Sebab wanita lansia itu beranggapan jika pengurus RT sampai Lurah setempat tak mampu membantunya dalam permasalahan pagar yang menutup akses jalan rumahnya.
“Aku percaya, pak presiden prabowo tolong rakyat. Pak polisi dari mana pun tolong hambamu ini tuhan. Pak polisi hamba mau lewat aja engga bisa. Tolong saya, mau bukain pintu pak. Suami saya mau check aja susah. Engga bisa lewat. Tolong rakyat kecil. Lurah diem aja, rt juga diem. Engga mau membantu. Tolong saya pak,” terang dia.
Pemilik rumah Afon Hendrik (73) menerangkan jika pemagaran akses keluar masuk rumahnya dilakukan Rabu (12/3) kemarin. Saat itu dia dan anggota keluarganya yang lain berada di dalam rumah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya menyaksikan ketika para pekerja yang disuruh oleh tetangganya, Mandor Usin
“Iya rumah saya ditembok. Itu yang nyuruh Mandor Usin (tetangga korban),” jelasnya.
Hendrik menyebut panjang pagarnya sekitar 10 meter dan lebar 5 meter dengan ketinggian antara 1 atau 1,5 meter. Tak ada cara lain ketika penghuni rumah ingin keluar masuk area rumah kecuali dengan memanjat pagar.
“Salah satu cara cuma manjat pagar,” ujar dia.
Hendrik pun mengaku heran dengan alasan dan maksud tetangganya memagar akses jalan ke rumahnya.
“Saya juga bingung,” tandas Hendrik.