Munafri Ajak Kampus dan Alumni Perkuat Kolaborasi Pendidikan Makassar untuk Solusi Nyata
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membuka ruang kolaborasi dengan berbagai kampus dan alumni, khususnya IKA Unismuh, guna menemukan solusi nyata persoalan pendidikan Makassar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin secara resmi membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai perguruan tinggi. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi beragam tantangan di sektor pendidikan Kota Makassar. Langkah strategis ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Munafri menegaskan bahwa kompleksitas permasalahan di kota berpenduduk sekitar 1,4 juta jiwa ini tidak dapat ditangani hanya oleh pemerintah. Oleh karena itu, sinergi kuat dengan pihak akademisi dan alumni menjadi kunci utama. Penguatan kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan pemerintahan yang berdampak nyata dan terukur.
Pernyataan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional DPP IKA Unismuh Makassar. Acara ini berlangsung di Makassar pada Kamis, 5 Februari 2026, menjadi momentum penting untuk mendorong partisipasi aktif dari Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Makassar.
Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pembangunan Kota
Munafri Arifuddin menekankan bahwa pembangunan Kota Makassar memerlukan pendekatan kolaboratif yang kuat. Pemerintah kota tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai isu yang muncul. Kerjasama dengan perguruan tinggi dan alumninya menjadi esensial untuk menemukan solusi inovatif.
Konsep kepemimpinan yang diusung adalah "impactful government", di mana setiap kebijakan harus memiliki dampak nyata dan terukur. Hal ini berarti penyelesaian masalah kota harus didasarkan pada kajian akademik yang mendalam. Selain itu, landasan regulasi yang kuat dan kerja sama lintas sektor juga sangat diperlukan.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat tercipta sinergi antara kebijakan pemerintah dengan pandangan akademis. Hal ini akan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil memiliki dasar ilmiah dan relevansi yang tinggi. Keterlibatan berbagai pihak juga memperkaya perspektif dalam perumusan kebijakan.
Model Kolaborasi Inovatif di Sektor Pendidikan
Sebagai contoh konkret, Munafri menguraikan potensi kolaborasi dalam sektor pendidikan untuk memperluas akses belajar. Salah satu model yang diusulkan adalah kerja sama antara Pemerintah Kota Makassar dan sekolah dasar Muhammadiyah. Tujuannya adalah mengatasi keterbatasan ruang kelas yang sering menjadi kendala.
Dalam skema ini, Pemerintah Kota Makassar akan bertanggung jawab atas pembiayaan peserta didik. Sementara itu, sekolah swasta tetap berperan aktif tanpa khawatir kehilangan eksistensinya. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana solusi sosial dapat diwujudkan secara efektif dengan dampak yang nyata.
Munafri menekankan bahwa solusi tidak selalu harus berskala besar untuk memberikan dampak positif. Yang terpenting adalah relevansi dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah di tingkat akar rumput. Pandangan akademik dan peran alumni sangat dibutuhkan untuk membedah persoalan secara bersama-sama.
Mengidentifikasi dan Merumuskan Solusi Bersama
Selain pendidikan, Munafri juga membuka ruang kolaborasi untuk sektor lain seperti infrastruktur dan persoalan sosial. Forum-forum bersama akan dibentuk antara Pemerintah Kota Makassar, Unismuh, dan DPP IKA. Forum ini akan berfungsi sebagai wadah untuk mengidentifikasi serta merumuskan berbagai masalah kota.
Tujuan utama dari forum-forum ini adalah untuk mencari solusi yang dapat diimplementasikan secara kolaboratif. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan dapat ditemukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Partisipasi aktif dari semua pihak sangat diharapkan.
Munafri berharap agar seluruh alumni dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar dapat terlibat aktif. Dengan kapasitas dan kompetensi yang mereka miliki, kontribusi mereka sangat berharga bagi pembangunan Kota Makassar. Keterlibatan ini akan mempercepat tercapainya tujuan pembangunan kota.
Sumber: AntaraNews