Menteri AHY Tinjau Langsung Pemulihan Bencana Sumatra pada 22 Januari
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY akan meninjau langsung upaya Pemulihan Bencana Sumatra pasca-banjir dan tanah longsor besar, memastikan rehabilitasi serta rekonstruksi berjalan optimal.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dijadwalkan mengunjungi Sumatra pada Kamis, 22 Januari. Kunjungan ini bertujuan memantau langsung upaya pemulihan di wilayah-wilayah yang terdampak banjir besar dan tanah longsor pada November 2025. Pemerintah berkomitmen penuh mengawasi fase rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Agenda utama kunjungan AHY mencakup peninjauan dan peresmian unit hunian sementara bagi warga yang mengungsi. Selain itu, beliau akan memantau secara langsung perbaikan infrastruktur air bersih, fasilitas kesehatan, jembatan, dan rumah ibadah. Akses terhadap air bersih bagi masyarakat di sana masih menjadi prioritas mendesak hingga saat ini.
Penasihat komunikasi publik dan informasi AHY, Herzaky Mahendra Putra, sebelumnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh lembaga negara. Instruksi tersebut adalah untuk mengerahkan segala upaya dalam memulihkan Sumatra dari bencana yang menelan hampir 1.200 korban jiwa. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan saat ini berfokus pada pemulihan infrastruktur dan fasilitas yang rusak.
Prioritas Utama: Perbaikan Infrastruktur dan Hunian Sementara
Kunjungan Menteri Koordinator AHY ke Sumatra akan menjadi momen penting untuk mengevaluasi progres pemulihan. Beliau akan meresmikan hunian sementara yang telah dibangun untuk para korban bencana, memberikan harapan baru bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal. Peninjauan juga akan mencakup kondisi infrastruktur vital seperti fasilitas air bersih, yang keberadaannya sangat krusial bagi kesehatan masyarakat pasca-bencana.
Pemerintah menyadari pentingnya akses air bersih yang layak dan aman bagi penduduk terdampak. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur air bersih menjadi salah satu fokus utama dalam upaya rehabilitasi. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bekerja tanpa lelah untuk memastikan langkah-langkah rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan optimal.
Herzaky Mahendra Putra menegaskan bahwa instruksi Presiden Prabowo Subianto menjadi landasan bagi seluruh kementerian dan lembaga terkait. Tujuannya adalah untuk bekerja sama dalam mempercepat proses pemulihan. Upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya membangun kembali, tetapi juga meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana di masa mendatang.
Proyeksi Waktu Pemulihan dan Progres Pembangunan
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah memproyeksikan pemulihan total Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat memakan waktu antara dua hingga tiga tahun. Proyeksi ini menunjukkan skala tantangan yang dihadapi dalam mengembalikan kondisi wilayah terdampak seperti semula.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan berkelanjutan, Menteri Dody Hanggodo juga mendesak para pembantu kementerian untuk mempercepat pembangunan rumah sementara. Percepatan ini khususnya ditujukan bagi para korban bencana di Aceh. Tujuannya adalah memastikan tidak ada lagi warga yang masih berada di tenda-tenda pengungsian menjelang Ramadan tahun ini, yang diperkirakan akan dimulai pada bulan Februari.
Menteri Dody Hanggodo melaporkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum telah menyelesaikan 98,75 persen pembangunan rumah sementara di Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Progres signifikan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal layak bagi para korban bencana.
Sumber: AntaraNews