KLH Percepat Proyek Pengolahan Sampah Energi Bandung Raya Atasi Krisis Lingkungan
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Energi Bandung Raya guna mengatasi darurat sampah yang kian mendesak di wilayah tersebut.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah cepat untuk mengatasi darurat sampah di wilayah Bandung Raya, Jawa Barat. KLH menyiapkan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) untuk menanggulangi tumpukan sampah yang mengkhawatirkan. Proyek ini diharapkan segera menanggulangi krisis lingkungan yang ada.
Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin menunda-nunda pembangunan proyek vital ini. Tujuannya agar permasalahan sampah di Bandung Raya dapat teratasi dengan cepat dan efektif. Lelang proyek waste to energy ini diharapkan bisa segera dilakukan setelah keputusan rapat koordinasi.
Percepatan ini mencakup pembangunan PSEL Oxbow Cicukang Margaasih di Kabupaten Bandung. Lokasi baru ini dinilai lebih strategis dan memadai dibandingkan rencana sebelumnya. Pemerintah daerah, termasuk Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung, menyambut baik inisiatif ini sebagai solusi jangka panjang.
Progres Pembangunan PSEL Oxbow Cicukang Margaasih
KLH bersama tim teknis telah meninjau lokasi baru PSEL Oxbow Cicukang Margaasih di Margaasih, Kabupaten Bandung. Lokasi ini dinilai lebih layak karena jauh dari permukiman warga dan dekat dengan sumber air. Pemilihan lokasi strategis ini diharapkan dapat meminimalkan dampak lingkungan dan sosial.
Menteri Jumhur Hidayat memperkirakan proses lelang hingga penunjukan pelaksana akan memakan waktu sekitar satu tahun. Jika semua berjalan lancar, fasilitas pengolahan sampah tersebut ditargetkan mulai beroperasi dalam 1,5 hingga 2 tahun mendatang. Percepatan ini menjadi prioritas utama untuk penanganan sampah.
Selama masa pembangunan berlangsung, KLH bersama pemerintah daerah juga menyiapkan solusi penanganan sampah sementara. Solusi tersebut melibatkan penggunaan insinerator dan teknologi refuse derived fuel (RDF). Langkah ini penting untuk mengelola sampah yang terus menumpuk di Bandung Raya.
Darurat Sampah dan Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengungkapkan bahwa Kabupaten Bandung masih menghadapi kondisi darurat sampah yang serius. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kuota pembuangan yang tidak sebanding dengan produksi sampah harian. Produksi sampah mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sementara kuota pembuangan hanya sekitar 280 ton per hari.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah percepatan ini. Penanganan sampah di Bandung Raya merupakan salah satu prioritas utama Gubernur Jawa Barat. Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masalah sampah yang kronis.
Bupati Dadang Supriatna juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengurangi produksi sampah. Pengelolaan sampah di tingkat hulu sangat penting untuk mengurangi dampak lingkungan. Kontribusi aktif dari warga diharapkan dapat mempercepat penyelesaian masalah ini secara komprehensif.
Sumber: AntaraNews