Kemenag Rejang Lebong Dorong Transformasi Digital Madrasah Tingkatkan Daya Saing Pendidikan Islam
Kantor Kemenag Rejang Lebong mendorong **transformasi digital madrasah** dan penguatan karakter guna meningkatkan daya saing pendidikan Islam di wilayah tersebut. Penasaran bagaimana implementasinya?
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, secara aktif mendorong seluruh madrasah di wilayahnya untuk melakukan transformasi digital. Langkah ini diambil bersamaan dengan penguatan karakter guna meningkatkan daya saing pendidikan Islam di era modern.
Kepala Kantor Kemenag Rejang Lebong, Rahman, menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi lembaga pendidikan. Pemanfaatan teknologi diyakini mampu membuat layanan pendidikan menjadi lebih efektif, efisien, dan mudah diakses oleh seluruh pihak.
Inisiatif ini bertujuan untuk mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia. Kemenag Rejang Lebong berharap dapat menghadirkan pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi bagi masyarakat.
Pentingnya Transformasi Digital dalam Pendidikan Islam
Pada era modern saat ini, digitalisasi telah menjadi kebutuhan mendesak bagi setiap lembaga pendidikan, termasuk madrasah. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membuat layanan pendidikan menjadi lebih efektif, efisien, serta mudah diakses oleh para peserta didik dan masyarakat.
Selain aspek teknologi, Kemenag Rejang Lebong juga menyoroti pentingnya tata kelola madrasah yang transparan dan akuntabel. Pengelolaan yang profesional diyakini akan secara signifikan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menitipkan anak-anak mereka di madrasah.
Melalui upaya ini, Kemenag Rejang Lebong berharap seluruh madrasah dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Langkah ini sejalan dengan visi besar Kementerian Agama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing global.
Penguatan Karakter dan Daya Saing Madrasah
Penguatan mutu pendidikan di madrasah menjadi fokus utama agar mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia. "Asta Protas Kementerian Agama harus menjadi landasan utama dalam menjalankan program pendidikan di madrasah," kata Rahman.
Rahman juga menyatakan keinginan untuk menghadirkan pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi di Rejang Lebong. Saat ini, terdapat 31 madrasah di Kabupaten Rejang Lebong, terdiri dari madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs), dan madrasah aliyah (MA), baik berstatus negeri maupun swasta.
Untuk meningkatkan visibilitas dan kepercayaan publik, Kepala Kemenag Rejang Lebong mendorong setiap madrasah, terutama tingkat MI, untuk aktif mengelola media sosial. "Publikasikan kegiatan positif dan prestasi yang dicapai agar masyarakat mengetahui perkembangan madrasah kita," tegasnya.
Sinergi dan Kekompakan untuk Kemajuan Pendidikan
Sejak menjabat sebagai Kepala Kemenag Rejang Lebong terhitung 1 April 2026, Rahman telah melakukan kunjungan ke sejumlah satuan pendidikan. Kunjungan ini bertujuan mengingatkan seluruh elemen madrasah untuk menjaga kekompakan dan memperkuat sinergi di lingkungan pendidikan.
Rahman menekankan bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam memajukan kualitas pendidikan di Rejang Lebong. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan madrasah dapat terus beradaptasi dan berkembang sesuai tuntutan zaman.
Melalui berbagai upaya ini, Kemenag Rejang Lebong optimis dapat mewujudkan visi Kementerian Agama. Visi tersebut adalah menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan memiliki daya saing di tingkat global.
Sumber: AntaraNews