Indeks Korupsi 2025: Indonesia Setara dengan Negara Konflik, Lebih Rendah dari Timor Leste
Hasilnya, Indonesia mencatat skor Indeks Persepsi Korupsi sebesar 34 dari 100. Angka tersebut turun 3 poin dari tahun sebelumnya.
Organisasi kampanye anti korupsi Transparency International merilis laporan terbaru soal indeks persepsi korupsi di sektor publik terhadap 182 negara di seluruh dunia untuk tahun 2025.
Hasilnya, Indonesia mencatat skor Indeks Persepsi Korupsi sebesar 34 dari 100. Angka tersebut turun 3 poin dari tahun sebelumnya, sehingga posisinya merosot ke peringkat 109 dari tahun sebelumnya di peringkat ke 99.
Membandingkan capaian tersebut dengan negara lain, Indonesia harus puas disejajarkan dengan negara-negara seperti Aljazair, Nepal, Malawi, Sierra Leone, Laos, dan Bosnia & Herzegovina yang beberapa di antaranya terkenal dengan negara konflik.
Pada level regional tingkat Asia Tenggara(ASEAN), posisi Indonesia ada di bawah Singapura yang mendapatkan skor 84. Malaysia dengan skor 52, bahkan Timor Leste dengan skor 44, atau pun Vietnam dengan skor 41.
Indonesia hanya setara dengan Laos dengan skor 34. Meski demikian, Indonesia lebih baik dari Thailand dengan skor 33, Filipina dengan skor 32, Kamboja dengan skor 20, dan Myanmar dengan skor 16.
Peringkat Negara ASEAN
Maka jika disusun secara peringkat 11 negara ASEAN sebagai berikut:
1. Singapura: 84
2. Brunei Darussalam: 63
3. Malaysia: 52
4. Timor Leste: 44
5. Vietnam: 41
6. Indonesia: 34
7. Laos: 34
8. Thailand: 33
9. Filipina: 32
10. Kamboja: 20
11. Myanmar: 16
Parameter Penilaian
Sebagai informasi, parameter dalam penilaian skor Indeks Persepsi Korupsi disusun berdasarkan penilaian para ahli dan pelaku bisnis terhadap tingkat persepsi korupsi di sektor publik pada 182 negara di seluruh dunia.
Diketahui, dalam membaca skor Indeks Persepsi Korupsi, angka indeks yang besar menandakan negara tersebut sedikit bahkan hampir bersih dari tindakan rasuah. Sebaliknya, saat angkanya semakin kecil, maka negara tersebut rawan terjadi tindak koruptif.