Gubernur Luthfi Genjot Pertumbuhan Ekonomi Jateng Lewat Pembangunan Jalan Rp13,47 M
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan tengah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan tengah. Melalui proyek preservasi Jalan Provinsi ruas Weleri–Patean, Pemprov mengucurkan anggaran senilai Rp13,475 miliar dengan masa pelaksanaan 168 hari kalender sejak 17 Juli 2025.
Proyek sepanjang 26,95 kilometer ini mencakup pelebaran jalan menuju standar nasional. Dari total panjang tersebut, 22,80 kilometer telah dalam kondisi mantap. Tahun ini, pekerjaan difokuskan pada pembangunan jalan beton sepanjang 1,08 kilometer dan pengaspalan 720 meter.
Hingga minggu ke-12, progres fisik mencapai 76,44 persen—melampaui target rencana 43,44 persen—dengan deviasi positif 33 persen. Dari total 168 hari kerja, 81 hari telah digunakan, menyisakan 87 hari hingga rampung. Uji mutu beton FS 45 menunjukkan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai penggerak ekonomi regional.
“Kita hari ini melakukan pengecekan terkait jalan. Tahun 2025, target provinsi untuk jalan mantap adalah 94 persen,” ujar Luthfi.
Ia menambahkan, ruas Weleri–Sukorejo sepanjang hampir 54 kilometer merupakan jalur vital penghubung Kendal, Sukorejo, hingga Temanggung.
“Dana Rp13 miliar disiapkan untuk pengecoran dan perawatan. Kalau jalan provinsi mantap, maka ekonomi masyarakat, pergerakan barang, dan mobilitas orang pasti meningkat,” jelasnya.
Menurutnya, setelah 94 persen jalan provinsi dalam kondisi baik, langkah selanjutnya adalah menyinkronkan pembangunan dengan jalan kabupaten dan kota.
“Tinggal para bupati dan wali kota menghubungkan jalan kabupaten ke jalan provinsi. Kalau semua tersambung, mobilitas masyarakat akan jauh lebih efisien,” kata Luthfi.
Warga setempat, Asih Kinanti, turut merasakan manfaat pembangunan ini.
“Dulu jalannya benjol-benjol, aspalnya mlotot. Sekarang setelah dibeton jadi bagus,” ucapnya.
Ia menilai, kemacetan sementara akibat pembangunan bukan masalah besar.
“Macet sebentar nggak apa-apa, nanti juga enak jalannya lebar,” ujarnya.
Selain perbaikan jalan, proyek ini juga mencakup pembangunan tanggul dan sistem drainase untuk mengatasi genangan air yang sering terjadi.
“Dulu kalau hujan becek banget, sekarang sudah nggak. Tapi di pertigaan Sumur Pitu masih perlu hati-hati karena sering ada kecelakaan di tikungan,” tambahnya.
Pemerintah menargetkan seluruh ruas Weleri–Patean mencapai kondisi mantap sebelum akhir 2025. Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, proyek ini diharapkan memperkuat perekonomian lokal serta memperlancar distribusi barang dan jasa di wilayah Kendal bagian selatan.