Fakta Unik: Polda NTB Panen Jagung 50 Ton, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Polda NTB panen jagung 50 ton di Lombok Tengah, menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani, sekaligus menyukseskan program Presiden.
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) baru-baru ini menggelar panen raya jagung sebanyak 50 ton di wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk secara aktif mendukung program ketahanan pangan nasional. Panen raya ini dilaksanakan di Desa Selebung pada hari Sabtu, 27 September, menandai keberhasilan budidaya jagung di lahan seluas 10 hektare.
Kapolda NTB, Irjen Pol Hadi Gunawan, secara langsung memimpin kegiatan ini dan menegaskan bahwa program penanaman jagung bertujuan untuk menyukseskan ketahanan pangan. Selain itu, inisiatif ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani lokal. Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden untuk melibatkan Polri dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.
Irjen Hadi Gunawan menjelaskan bahwa jagung memiliki peran vital tidak hanya sebagai sumber pangan utama, tetapi juga sebagai pendukung sektor peternakan melalui pakan ternak. Lebih lanjut, komoditas ini juga berkontribusi pada sektor industri dan peningkatan ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, Polri mengambil peran lebih luas sebagai pelayan dan pelindung masyarakat.
Peran Strategis Polri dalam Ketahanan Pangan Nasional
Irjen Pol Hadi Gunawan menegaskan bahwa Polri memiliki komitmen kuat untuk tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga terlibat aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui sektor pertanian. "Polri itu adalah sebagai pelayan pelindung dan melayani masyarakat," ujarnya, menekankan fungsi sosial kepolisian.
Menurutnya, tanaman jagung memiliki peran ganda yang sangat penting. Selain menjadi komoditas pangan, jagung juga dapat mendukung sektor peternakan karena pohonnya bisa diolah menjadi pakan ternak. Diversifikasi manfaat ini menjadikan jagung sebagai komoditas strategis bagi perekonomian.
Lebih jauh, Kapolda NTB menambahkan bahwa jagung mampu mendukung sektor industri dan berperan dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, program penanaman jagung ini tidak hanya menyasar aspek ketersediaan pangan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi lokal.
Dukungan Komprehensif untuk Petani dan Pemanfaatan Teknologi
Dalam program ini, Polri tidak hanya berhenti pada pemberian bibit dan kegiatan penanaman, melainkan juga memberikan pembinaan berkelanjutan bagi para petani jagung. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan proses budidaya berjalan optimal dan menghasilkan panen yang maksimal.
Aspek penting lainnya adalah pengawalan penjualan hasil panen. Irjen Pol Hadi Gunawan memastikan bahwa Polri akan terus mengawal agar jagung hasil panen petani dapat diserap oleh Bulog. "Kami tetap memberikan pengawalan, agar jagung hasil panen petani ini bisa diserap Bulog," tegasnya, menjamin pasar bagi petani.
Polri bersama pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya juga memberikan pendampingan teknis di lapangan. Pendampingan ini krusial untuk menyukseskan program ketahanan pangan dan memastikan petani mendapatkan dukungan yang memadai dalam setiap tahapan budidaya.
Kapolda NTB juga berharap para petani dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dalam penanaman jagung. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat meningkatkan produksi secara signifikan, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di NTB. "Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk mengembangkan sektor pertanian," pesannya.
Jagung sebagai 'Emas Hijau' Peningkat Kesejahteraan
Irjen Pol Hadi Gunawan secara metaforis menyebut jagung sebagai "emas hijau" yang ditanam untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ungkapan ini menyoroti nilai ekonomi tinggi dari komoditas jagung yang dapat menjadi tulang punggung perekonomian lokal.
Beliau juga menekankan pentingnya menjaga dan terus meningkatkan semangat kerja serta gotong royong di masa mendatang. Semangat kebersamaan ini dianggap sebagai kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan program ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan.
Kegiatan panen raya ini secara spesifik juga merupakan bentuk dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto yang mengamanatkan Polri untuk turut andil dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Melalui penanaman jagung, Polri menunjukkan implementasi nyata dari arahan tersebut.
Sumber: AntaraNews