Daftar Mega Proyek Jakarta yang Dirampungkan Jakpro pada 2025
Bukan tanpa sebab. Penuntasan mega proyek tersebut didorong oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Sejumlah mega proyek Jakarta dirampungkan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) di tahun 2025. Mulai dari Jakarta Internasional Stadium (JIS) hingga Mass Rapid Transit atau MRT.
Bukan tanpa sebab. Penuntasan mega proyek tersebut didorong oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pramono memberikan penugasan strategis berskala besar, mulai dari pengelolaan infrastruktur olahraga, aktivasi ruang publik, hingga pembangunan transportasi perkotaan berkelanjutan.
Penugasan tersebut sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) arahan Pramono, sebagai fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan penugasan. Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) strategis, Jakpro memastikan seluruh aktivitas bisnis dan proyek telah dijalankan sesuai ketentuan.
"Jakpro tidak hanya mengelola proyek besar, tetapi juga mengelola kepercayaan publik. Karena itu, GCG bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen utama untuk memastikan setiap penugasan strategis berjalan profesional, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi Jakarta," kata Direktur Utama (Dirut) PT Jakpro, Iwan Takwin dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (9/1).
Selain itu, kata Iwan Jakpro juga menerapkan Code of Conduct, whistleblowing system, serta mengantongi sertifikasi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Upaya ini menjadi bagian dari mitigasi risiko sekaligus penguatan budaya integritas di seluruh lini organisasi.
Hasil penilaian independen Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan DKI Jakarta pada 2024 menunjukkan, Jakpro meraih predikat 'Berubah' dengan skor 94,04 dari 100, yang mencerminkan sebuah capaian yang memperkuat legitimasi Jakpro sebagai BUMD pengelola proyek strategis kota.
Mega Proyek Jakarta yang Diemban Jakpro
Salah satu fokus utama Jakpro pada 2025 adalah optimalisasi Jakarta International Stadium (JIS). Stadion tersebut dikembangkan tidak hanya sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga sebagai simpul aktivitas sosial dan ekonomi kawasan.
Iwan menyebut, pengelolaan JIS sebagai markas resmi Persija Jakarta dilakukan secara tertib dan terintegrasi, termasuk penguatan konektivitas transportasi publik. Di sisi sosial, di 2025 Jakpro juga telah menuntaskan proses transisi warga eks Kampung Bayam ke Hunian Pekerja Pendukung Operasional (HPPO) dengan pendekatan humanis.
"Kami ingin memastikan JIS tidak berdiri sebagai bangunan megah semata, tetapi hidup sebagai ruang publik yang inklusif, memberi manfaat sosial, sekaligus menggerakkan ekonomi kawasan," kata Iwan.
Selain JIS, Velodrome Jakarta juga dioptimalkan. Sepanjang 2025, fasilitas ini menjadi tuan rumah berbagai kegiatan baik berskala nasional dan internasional, mulai dari SEA V League 2025, kompetisi esports Mobile Legends, konser musik, hingga kegiatan komunitas seperti Jakarta Drum Corps International.
Di sektor transportasi, Jakpro mengemban tugas strategis pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Hingga 31 Desember 2025, proyek ini mencatat deviasi positif progres sebesar 89,22 persen, melampaui target yang ditetapkan.
Sebagai moda transportasi berbasis listrik, LRT Jakarta diproyeksikan dapat menurunkan emisi karbon per penumpang per kilometer (km) dibandingkan kendaraan pribadi.
Menurut Iwan, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 2.927.250 ton CO₂e, dengan target jumlah penumpang mencapai 18 juta orang pada 2028.
"Transportasi publik adalah kunci kota global yang berkelanjutan. Penugasan LRT ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang membangun kebiasaan baru masyarakat yang lebih ramah lingkungan," ujar Iwan.
TIM jadi Pusat Seni Budaya
Kemudian, ada Taman Ismail Marzuki (TIM) yang kini menjadi salah satu pusat seni, budaya, dan edukasi di Jakarta. Selama periode libur akhir tahun 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, kawasan TIM mencatat 67.198 pengunjung.
Jakpro juga menyelesaikan revitalisasi Teater Bintang Planetarium Jakarta yang sudah lama mati di 2025. Kini, Planetarium telah diaktivasi dan menjadi salah satu magnet utama, pusat edukasi sains dan antariksa berstandar di Jakarta.
Hadirnya Paviliun Raden Saleh
Pada 2025, ekosistem di TIM turut diperkuat dengan hadirnya Paviliun Raden Saleh (ARTOTEL Curated), hasil kolaborasi Jakpro dan Artotel Group. Fasilitas ini bertujuan untuk mendukung aktivitas seniman, ekonomi kreatif, serta penyelenggaraan kegiatan seni budaya.
"Dengan GCG sebagai pijakan dan penugasan strategis yang terukur, Jakpro berkomitmen menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," tandas Iwan.