Cuaca Ekstrem Hambat Pencarian Korban Longsor Cisarua Bandung, Sembilan Meninggal Dunia
Kondisi cuaca ekstrem menghambat upaya pencarian 82 korban yang tertimbun longsor Cisarua Bandung di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, menyebabkan sembilan warga meninggal dunia dan ratusan lainnya mengungsi.
Bandung, 24 Januari 2026 – Proses pencarian 82 warga yang tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, menghadapi kendala serius akibat kondisi cuaca ekstrem. Hujan deras yang terus mengguyur lokasi kejadian sejak Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, menyulitkan tim gabungan Basarnas dan SAR dalam melakukan upaya evakuasi. Bencana ini telah menewaskan sembilan orang dan menimbun puluhan rumah warga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin, menyatakan bahwa meskipun tim sudah siap, hujan yang tak henti-hentinya menjadi penghalang utama. Kondisi tanah yang masih lembek dan adanya pergerakan material longsor juga membuat akses alat berat menuju titik kejadian sangat terbatas. Area pencarian yang membentang sepanjang sekitar tiga kilometer menambah kompleksitas operasi penyelamatan ini.
Hingga Sabtu pukul 15.50 WIB, sembilan warga dipastikan meninggal dunia akibat longsor yang melanda kawasan Cisarua tersebut. Selain korban jiwa, sekitar 400 warga Desa Pasirlangu terpaksa dievakuasi dan saat ini membutuhkan bantuan mendesak seperti matras, selimut, dan bahan kebutuhan pokok. Bantuan logistik dari pemerintah provinsi dilaporkan sudah mulai masuk untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.
Kendala Cuaca dan Medan Hambat Evakuasi Longsor Cisarua Bandung
Upaya evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, terus terhambat oleh faktor cuaca dan kondisi geografis yang menantang. Hujan yang turun secara terus-menerus di lokasi kejadian menjadi penghalang utama bagi tim SAR gabungan. Hal ini tidak hanya mengurangi jarak pandang, tetapi juga meningkatkan risiko longsor susulan yang membahayakan petugas di lapangan.
Selain itu, kondisi tanah di area terdampak longsor Cisarua Bandung masih sangat lembek dan menunjukkan sedikit pergerakan material. Ini menyebabkan alat berat dari BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) belum dapat beroperasi secara optimal di titik longsor. Koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan jalur aman bagi alat berat agar dapat menjangkau lokasi yang paling parah terdampak.
Area pencarian korban longsor membentang luas sekitar tiga kilometer, mulai dari kawasan puncak hingga sisi kiri lereng. Medan yang sulit dan cakupan area yang lebar ini memerlukan waktu dan kehati-hatian ekstra dalam setiap langkah evakuasi. Tim harus bekerja dengan sangat cermat untuk menghindari risiko tambahan dan memaksimalkan peluang menemukan korban.
Dampak dan Kebutuhan Mendesak Pengungsi Longsor Cisarua Bandung
Bencana longsor Cisarua Bandung telah menimbulkan dampak serius terhadap masyarakat Desa Pasirlangu. Data terkini menunjukkan bahwa sembilan warga telah dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor dan lumpur. Puluhan rumah penduduk juga dilaporkan rusak parah dan tertutup material longsor, menyebabkan kerugian materiil yang besar bagi warga setempat.
Sebagai respons terhadap bencana ini, sekitar 400 warga Desa Pasirlangu telah dievakuasi ke lokasi pengungsian yang lebih aman. Mereka kini sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup. Kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi matras untuk alas tidur, selimut untuk menghangatkan diri, serta bahan kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman.
BPBD Jawa Barat terus berupaya memastikan ketersediaan logistik bagi para pengungsi. Bantuan dari pemerintah provinsi juga sudah mulai disalurkan untuk mencukupi kebutuhan dasar mereka. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar distribusi bantuan dapat berjalan lancar dan tepat sasaran bagi seluruh warga terdampak longsor Cisarua Bandung.
Sumber: AntaraNews