Cegah Dana Mengendap, Pramono Izinkan Percepat Lelang Proyek di DKI Jakarta
Kebijakan ini diambil untuk memperbaiki pola lama yang membuat realisasi anggaran baru berjalan pada kuartal akhir.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bakal mempercepat proses lelang proyek di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Mulai tahun ini, kata Pramono lelang sudah bisa dilakukan mulai November-Desember.
Kebijakan ini diambil untuk memperbaiki pola lama yang membuat realisasi anggaran baru berjalan pada kuartal akhir. Dengan demikian, diharapkan nantinya serapan anggaran tidak lagi menumpuk di akhir tahun.
"Saya memberikan izin untuk lelang itu diadakan, diperbolehkan pada bulan November, Desember, tapi pelaksanaan awal tahun depan,” kata Pramono di Jakarta Timur, Kamis (23/10).
Menurutnya, kebijakan ini meniru praktik yang pernah dijalankan Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR). Langkah serupa, juga pernah dilakukan ketika masih bertugas di pemerintah pusat.
"Proses itulah yang kemudian mempercepat pengadaan dan juga serapan yang ada di pemerintah pada waktu itu," ujar Pramono.
Lelang Proyek Selama Ini
Pramono mengungkapkan, selama ini proses lelang proyek di DKI Jakarta dimulai Maret atau April, dengan pelaksanaan proyek baru dilakukan pada Oktober hingga November. Hal ini lah yang kemudian membuat anggaran menumpuk di akhir tahun.
Melalui langkah percepatan lelang, Pramono berharap kebijakan ini meningkatkan efisiensi dan memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) DKI terserap optimal sejak awal tahun anggaran.
"Dengan demikian, saya akan memulai bahwa proses lelangnya boleh diadakan pada bulan November, Desember, pelaksanaannya bulan Januari, Februari, sehingga tidak semuanya menumpuk di akhir tahun," kata Pramono.