Bukan Debat atau Voting Ulang, Ketua RT di Lubuklinggau Dipilih Lewat Suit
Dua kandidat yang bersaing akhirnya harus menentukan pemenang melalui suit untuk memecah kebuntuan.
Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan, berlangsung dengan cara yang tak biasa. Setelah proses pemungutan suara berakhir imbang atau draw, dua kandidat yang bersaing akhirnya harus menentukan pemenang melalui suit untuk memecah kebuntuan.
Momen unik tersebut pun menarik perhatian warga dan menjadi perbincangan karena jarang terjadi dalam proses pemilihan di tingkat lingkungan.
Peristiwa itu terjadi di RT 05, Kelurahan Tanjung Raya, Lubuklinggau Utara I, Lubuklinggau, Selasa (9/6). Dua kandidat yang bertarung adalah M Isbandi dan Alpian Bakardin.
Keduanya Memperoleh Suara yang Sama
Saat pemungutan suara, keduanya memperoleh suara yang sama. Alhasil, panitia melakukan musyawarah untuk menentukan pemenangnya yag turut dihadiri lurah setempat.
Alhasil, disepakati penentuan Ketua RT terpilih melalui suit. Kedua kandidat pun sepakat tanpa keberatan.
Dalam suasana kelucuan, kedua calon tersebut suit. Gelak tawa masyarakat menyaksikan fenomena jarang terjadi itu.
Setelah memenangkan beberapa kali suit, akhirnya M Isbandi terpilih menjadi Ketua RT 05. Penunjukannya dinyatakan sah dan mendapat dukungan warga setempat.
"Itu kesepakatan mereka, karena ketika pemilihan pemungutan suara itu, sama suaranya (draw). Jadi sudah kesepakatan mereka tidak diperpanjang, jadi suit," ungkap Kabag Tapem Setda Pemkot Lubuklinggau Ongki, Kamis (11/6).
Kesepakatan Bersama
Ongki menyebut pemilihan Ketua RT tersebut tak jadi soal. Yang terpenting, masing-masing pihak tidak keberatan setelah berdasarkan kesepakatan bersama.
"Sah-sah saja kalau mereka memang sepakat antara calon. Berhubung imbang, ya kesepakatan mereka," kata Ongki.
Ongki menjelaskan, dari 528 RT di Lubuklinggau, sebagian besar di antaranya sedang melaksanakan pemilihan Ketua RT. Pemilihan berlangsung kondusif dan tidak terjadi gejolak apa pun.
"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar," kata Ongki.
Ongmi menambahkan, ada salah satu Ketua RT terpilih meninggal dunia beberapa hari setelah pemilihan.
Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat setempat untuk melakukan musyawarah dalam penentuan Ketua RT baru.
"Itu balik lagi ke masyarakat di sana, apa musyawarah atau bagaimana, mau diganti juga bagaimana. Karena dia belum dilantik, baru terpilih. Jadi musyawarah antara panitia atau dengan masyarakat sana bagaimana bagusnya. Itu musyawarah mereka," katanya.