BPBD Tulungagung Catat Kerugian Bencana Hidrometeorologi Capai Rp670 Juta
Rangkaian bencana hidrometeorologi melanda Tulungagung, Jawa Timur, menyebabkan kerugian besar. BPBD Tulungagung merinci dampak dan total kerugian yang mencapai Rp670 juta.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengumumkan kerugian signifikan akibat bencana hidrometeorologi. Peristiwa ini terjadi selama tiga hari berturut-turut, dari Jumat (30/1/2026) hingga Minggu (1/2/2026), dalam dua pekan terakhir di wilayah tersebut. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp670 juta, menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, pada Selasa (3/2/2026), mengungkapkan data terbaru. Bencana ini meliputi angin kencang, banjir, dan tanah longsor di berbagai kecamatan. Kejadian ini memerlukan respons cepat dari pihak berwenang untuk mitigasi.
Insiden tersebut tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga mengganggu aktivitas warga. Pohon tumbang sempat menutup akses jalan utama, sementara banjir merendam permukiman dan fasilitas umum. BPBD telah bergerak cepat untuk melakukan asesmen dan memberikan bantuan.
Dampak Angin Kencang dan Kerusakan Bangunan
Angin kencang menjadi salah satu pemicu utama kerusakan di Tulungagung. Beberapa pohon tumbang dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi strategis. Salah satu insiden menimpa Jalan Supriyadi, depan Crown Victoria Hotel, yang sempat memutus akses jalan. Petugas segera bertindak memotong pohon agar lalu lintas kembali normal.
Selain pohon tumbang, peristiwa angin kencang juga merusak bangunan warga. Satu unit rumah dan tiga tempat usaha di Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, mengalami kerusakan ringan. Kerusakan ini menunjukkan betapa rentannya infrastruktur terhadap fenomena alam. Upaya pemulihan dan perbaikan sedang dikoordinasikan oleh BPBD setempat.
Banjir Meluas di Berbagai Kecamatan
Banjir juga menjadi bencana hidrometeorologi yang meluas di Tulungagung. Delapan desa yang tersebar di empat kecamatan terdampak genangan air cukup tinggi. Kecamatan Campurdarat, Besuki, Kalidawir, dan Pucanglaban menjadi wilayah yang paling merasakan dampak banjir ini. Ketinggian air di ruas jalan bahkan mencapai sekitar 50 sentimeter.
Penyebab utama banjir ini adalah luapan sungai dan tersumbatnya sistem drainase di beberapa titik. Di Kecamatan Besuki, banjir tidak hanya menggenangi jalan tetapi juga fasilitas publik penting. Lima sekolah dasar dan Puskesmas Besole turut terendam, meninggalkan endapan lumpur tebal.
Dampak terparah banjir dilaporkan terjadi di Desa Panggungkalak, Kecamatan Pucanglaban. Sebanyak 30 kepala keluarga terdampak langsung oleh genangan air. Selain itu, 12 rumah di desa tersebut mengalami kerusakan ringan akibat terjangan banjir. BPBD telah menyalurkan bantuan logistik dan melakukan asesmen kerusakan.
Tanah Longsor Putus Akses Jalan Penting
Tidak hanya angin kencang dan banjir, bencana tanah longsor juga melengkapi rangkaian kejadian hidrometeorologi ini. Tanah longsor terjadi di Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, menimbulkan kerusakan signifikan. Badan jalan sepanjang sekitar 30 meter rusak parah akibat peristiwa ini. Longsor tersebut menyebabkan badan jalan amblas dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Kerusakan jalan tersebut sangat krusial karena memutus akses Jalur Lintas Selatan. Jalur ini merupakan penghubung penting menuju Pantai Sine, salah satu destinasi wisata lokal. Peristiwa ini tentu menghambat mobilitas warga dan sektor pariwisata. BPBD sedang berupaya mencari solusi penanganan jalur yang terputus.
Total Kerugian dan Upaya Penanganan
Berdasarkan penghitungan sementara yang dilakukan BPBD Tulungagung, total kerugian akibat seluruh rangkaian bencana hidrometeorologi ini mencapai Rp670 juta. Angka ini mencakup kerusakan infrastruktur, bangunan, hingga kerugian fasilitas publik. Penilaian lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mendapatkan data yang lebih akurat.
BPBD Tulungagung terus melakukan asesmen menyeluruh di lokasi terdampak. Bantuan logistik juga telah didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Upaya koordinasi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan pemulihan pasca-bencana berjalan efektif dan efisien.
Sumber: AntaraNews