4 Fakta Terbaru Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Semarang, Sebabkan Banjir hingga Tanah Longsor

Banjir yang menggenangi Stasiun Semarang Tawang membuat perjalanan kereta api terganggu

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
4 Fakta Terbaru Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Semarang, Sebabkan Banjir hingga Tanah Longsor
4 Fakta Terbaru Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Semarang, Sebabkan Banjir hingga Tanah Longsor (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Hujan deras yang terjadi di sejumlah daerah menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Di musim hujan, bencana tersebut intensitasnya makin sering terjadi.

Curah hujan tinggi yang mengguyur Semarang pada Rabu (13/3) hingga Kamis dini hari menyebabkan sejumlah daerah dilanda banjir dan tanah longsor.
Lantas apa saja fakta-fakta di balik terjadinya banjir maupun longsor di Semarang ini? berikut selengkapnya:

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro Martanto, mengatakan bahwa genangan banjir yang ada di Semarang cukup bervariasi antara 20 hingga 70 cm.

Sejumlah wilayah yang terdampak banjir antara lain Jalan Kaligawe di Kelurahan Muktoharjo, Kelurahan Tambakrejo, Kelurahan Sambirejo, Kelurahan Krobokan, dan Kelurahan Kudu.

Ia mengatakan titik yang tergenang banjir mengalami kenaikan menyusul hujan yang masih mengguyur Kota Semarang.
Dok. Istimewa

Selain banjir, tanah longsor akibat cuaca buruk juga terjadi di sejumlah wilayah di Semarang. Untuk sementara ini, Endro menerima laporan 10 kejadian tanah longsor.

Endro mengatakan, berbagai upaya sudah dilakukan BPBD seperti menyiagakan pompa portable pada titik yang dilanda banjir, melakukan penanganan sementara di titik-titik longsor, serta melakukan pembersihan lokasi pohon tumbang akibat cuaca buruk itu. 

Banjir yang merendam rel kereta api di beberapa titik membuat perjalanan kereta api harus dialihkan. Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Franto Wibowo, mengatakan bahwa sejumlah titik yang terendam yaitu di antara Stasiun Semarang Tawang hingga Alastua, Stasiun Semarang Tawang hingga Poncol, dan Stasiun Mangkang hingga Kaliwungu. 

Sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang di Semarang menyebabkan terjadinya pohon tumbang. Berdasarkan laporan BPBD Kota Semarang, setidaknya ada 32 laporan kejadian pohon tumbang. Pohon tumbang itu terjadi di berbagai wilayah seperti Jalan Fatmawati, Jalan Kokrosono, Jalan Raya Bojong, Jalan Ngablak Indah, Candi, dan Puri Anjasmoro Semarang.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Terkait dengan bencana ini Endro mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai potensi bencana alam. Diperkirakan kondisi seperti ini akan terjadi selama tiga hari ke depan. 

Rekomendasi