Baznas RI Perbaiki 1.240 Rumah Mustahik Sepanjang 2025 Melalui Program Rumah Layak Huni
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI sukses melakukan perbaikan 1.240 rumah mustahik di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2025 melalui Program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB), sebuah upaya signifikan dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahter
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan berhasil memperbaiki sebanyak 1.240 rumah milik mustahik di berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun 2025. Program ini, yang dikenal sebagai Program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB), menyasar keluarga mustahik yang tinggal di rumah dengan kondisi fisik yang membahayakan keselamatan dan kesehatan penghuninya.
Inisiatif mulia ini tersebar di 36 provinsi, membentang dari wilayah paling barat di Provinsi Aceh hingga wilayah paling timur di Provinsi Papua. Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengapresiasi capaian ini sebagai langkah nyata Baznas dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam pelaksanaannya, Baznas tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng Baznas daerah serta menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan kualitas pembangunan dan ketepatan sasaran penerima manfaat, sehingga hasil perbaikan rumah dapat dimanfaatkan secara optimal dan berjangka panjang.
Capaian Signifikan Program Perbaikan Rumah Mustahik Baznas 2025
Sepanjang tahun 2025, Program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) telah menorehkan capaian yang membanggakan dengan memperbaiki total 1.240 rumah mustahik di seluruh penjuru Indonesia. Perbaikan rumah ini mencakup 36 provinsi, dari Aceh hingga Papua, menunjukkan jangkauan program yang luas dan merata.
Saidah Sakwan, Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian integral dari komitmen Baznas untuk menyediakan hunian yang layak dan aman. Program ini secara khusus menargetkan keluarga mustahik yang kondisi rumahnya tidak memenuhi standar kelayakan, mengancam keselamatan, dan kesehatan penghuninya.
Untuk menjamin efektivitas dan kualitas perbaikan, Baznas RI berkolaborasi erat dengan Baznas daerah di masing-masing wilayah. Selain itu, sinergi juga terjalin dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), sebuah langkah penting untuk memastikan standar pembangunan terpenuhi dan bantuan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Pendekatan Komprehensif dan Kisah Inspiratif Penerima Manfaat
Dalam menjalankan Program Rumah Layak Huni Baznas, Saidah Sakwan menjelaskan bahwa Baznas menerapkan pendekatan yang komprehensif, dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan karakteristik wilayah setempat. Hal ini krusial agar perbaikan rumah dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik penerima manfaat di setiap daerah, serta menjamin keberlanjutan dan optimalisasi pemanfaatan hunian tersebut.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Bapak Muhyidin, seorang mustahik di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Rumah Bapak Muhyidin yang sebelumnya hanya berdinding papan kayu, kini telah selesai diperbaiki oleh Baznas menjadi bangunan dengan dinding tembok yang lebih kuat dan aman.
Tidak hanya di Papua Barat, Program RLHB juga aktif dilaksanakan di wilayah lain, termasuk Aceh. Di provinsi paling barat Indonesia ini, Baznas RI telah berhasil menyelesaikan perbaikan sebanyak 27 rumah mustahik, memberikan harapan baru bagi keluarga-keluarga yang sebelumnya tinggal di rumah tidak layak huni.
Komitmen Berkelanjutan Baznas untuk Kesejahteraan Mustahik
Melihat keberhasilan dan dampak positif yang telah dicapai, Baznas RI menegaskan komitmennya untuk melanjutkan Program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) pada tahun 2026. Ini menunjukkan visi jangka panjang Baznas dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.
Baznas juga akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun organisasi lainnya, guna memperluas jangkauan program. Tujuannya adalah agar semakin banyak mustahik yang dapat merasakan manfaat dari bantuan rumah layak huni ini.
Saidah Sakwan berharap, melalui bantuan rumah layak huni ini, para mustahik dapat memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman. "Semoga melalui bantuan rumah layak huni ini dapat membantu para mustahik dalam memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik," ucap Saidah Sakwan.
Sumber: AntaraNews