Menteri AS, Sutradara Hollywood, hingga Bangsawan Inggris: 5 Nama Top yang Terkuak di Dokumen Epstein
Departemen Kehakiman AS bikin geger. Dokumen Epstein terkuak. Deretan tokoh penting, pesohor hingga bangsawan disebut dalam dokumen tersebut.
Departemen Kehakiman AS bikin heboh. Melempar tiga juta halaman dokumen, 180.000 gambar, dan 2.000 video terkait jaringan predator seks Jeffrey Epstein, menjadikannya bocoran terbesar dalam sejarah kasus ini.
Jika rilis sebelumnya hanya berisi daftar nama, dokumen kali ini menelanjangi privasi para elit dengan detil yang mengerikan. Mulai dari foto Pangeran Andrew yang tampak berpose merangkak di atas seorang wanita, email pribadi Menteri Perdagangan AS yang merencanakan liburan keluarga ke "pulau dosa" , hingga foto sutradara Hollywood Brett Ratner yang tertangkap kamera berpelukan di sofa diapit oleh Epstein dan agen modelnya. Dokumen ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa hubungan para pesohor ini jauh lebih dalam dan gelap daripada sekadar kenakalan biasa.
Berikut 5 Tokoh Besar yang Masuk Dalam Epstein Files dikutip bbc.com:
1. Howard Lutnick (Menteri Perdagangan AS)
Skandal ini menjadi pukulan telak bagi pemerintahan AS karena Howard Lutnick terbukti tidak konsisten dengan pernyataannya sendiri. Sebelumnya, dalam sebuah wawancara media, Lutnick bersikeras bahwa ia telah memutus hubungan dengan Epstein sejak tahun 2005 setelah merasa jijik melihat "ruang pijat" di rumah sang miliarder di New York. Namun, dokumen terbaru justru menunjukkan komunikasi yang akrab bertahun-tahun setelahnya. Email yang ditemukan membuktikan bahwa Lutnick masih berhubungan baik, bahkan merencanakan kunjungan keluarga ke pulau pribadi Epstein, Little St. James, pada Desember 2012.
Fakta yang lebih mendetail terungkap dari korespondensi istri Lutnick, Allison, kepada staf Epstein. Dalam emailnya, Allison menulis dengan nada antusias bahwa mereka sangat menantikan kunjungan tersebut, membawa rombongan dua keluarga dengan empat anak berusia 7 hingga 16 tahun untuk makan siang bersama. Lutnick sendiri mengirim email terpisah yang mengonfirmasi pendaratan pesawatnya di St. Thomas dan bertanya apakah makan malam di hari Minggu memungkinkan, sebuah bukti yang meruntuhkan klaim putus hubungan yang ia bangun selama ini.
Meskipun juru bicara Departemen Perdagangan membela bahwa interaksi tersebut terbatas dan tidak ada tuduhan kesalahan, jejak digital ini tetap menjadi noda hitam. Publik kini mempertanyakan integritas sang menteri yang sebelumnya mengaku ngeri dengan perilaku Epstein di mana Epstein pernah berkata "setiap hari" mendapatkan pijatan namun nyatanya masih bersedia membawa istri dan anak-anaknya masuk ke dalam lingkaran pergaulan predator seks tersebut bertahun-tahun kemudian.
2. Lord Peter Mandelson (Politisi Senior Inggris)
Tokoh Partai Buruh ini terseret dalam pusaran skandal yang mengarah pada dugaan penyalahgunaan jabatan demi kepentingan Epstein. Dokumen menunjukkan bahwa saat menjabat di pemerintahan, Mandelson diduga meneruskan informasi internal pemerintah Inggris kepada Epstein yang kala itu sedang menghadapi krisis keuangan global. Salah satu bocoran paling krusial adalah ketika Mandelson memberi tahu Epstein lebih dulu mengenai paket dana talangan Uni Eropa senilai €500 miliar untuk Yunani pada Mei 2010, serta meneruskan memo internal tentang rencana penjualan aset pemerintah.
Tidak berhenti pada pertukaran informasi, hubungan ini juga melibatkan aliran dana yang mencurigakan. Laporan rekening bank JP Morgan milik Epstein mencatat tiga kali transfer masing-masing sebesar USD25.000 pada tahun 2003 dan 2004 kepada rekening dengan kode "BEN" atas nama "Peter Mandelson". Selain itu, Epstein juga mengirimkan uang sebesar £10.000 kepada pasangan Mandelson, Reinaldo Avila da Silva, pada tahun 2009 untuk biaya kursus osteopati, kemudian dibalas dengan ucapan terima kasih yang hangat.
Puncak dari rasa malu ini adalah dirilisnya foto-foto pribadi yang sangat tidak pantas bagi seorang negarawan. Salah satu foto memperlihatkan Mandelson berdiri hanya mengenakan pakaian dalam di samping seorang wanita yang wajahnya disensor. Mandelson juga terungkap melobi pemerintah demi kepentingan teman bankir Epstein dan bahkan meminta bantuan Epstein untuk mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi di JP Morgan setelah ia lengser dari jabatannya, dengan alasan tidak ingin hanya hidup dari gaji biasa.
3. Pangeran Andrew (Adipati York)
Dalam Epstein Files, terkuak bukti visual Pangeran Andrew yang lumayan vulgar. Salah satu foto yang paling menyita perhatian publik memperlihatkan sosok yang diduga Andrew sedang berada dalam posisi merangkak (on all fours) di atas seorang wanita yang terbaring di tanah. Dalam foto tersebut, ia terlihat menyentuh perut wanita itu, sebuah pose yang sulit dijelaskan dan menambah daftar panjang perilaku tak senonoh yang dituduhkan kepadanya.
Selain foto, dokumen ini juga mengungkap ketertarikan Andrew terhadap wanita-wanita muda di lingkaran Epstein. Terungkap korespondensi email pada Agustus 2010 saat Epstein baru saja bebas dari penjara di mana Epstein menawarkan untuk memperkenalkan Andrew kepada seorang wanita Rusia berusia 26 tahun yang ia gambarkan sebagai "pintar, cantik, dan dapat dipercaya". Alih-alih menolak, Andrew yang saat itu menggunakan nama samaran "The Duke" justru merespons dengan antusias, menanyakan apakah wanita tersebut memiliki pesan untuknya dan meminta detail kontaknya agar bisa dihubungi.
Tekanan hukum terhadap Andrew pun kian menguat seiring dengan dokumen tahun 2020 yang menunjukkan permintaan resmi otoritas AS untuk mewawancarainya. Penyelidik percaya bahwa Andrew memiliki informasi krusial mengenai cara Ghislaine Maxwell merekrut korban, bahkan ada indikasi ia menjadi saksi atau peserta dalam peristiwa tertentu. Meskipun ia telah dicopot dari gelar kerajaannya dan membayar ganti rugi kepada Virginia Giuffre, dokumen ini memastikan bahwa bayang-bayang skandal Epstein tidak akan pernah lepas dari hidupnya.
4. Sarah Ferguson (Mantan Istri Pangeran Andrew)
Mantan istri Pangeran Andrew ini terbukti memiliki ketergantungan finansial dan emosional yang akut terhadap Epstein, bahkan di saat si miliarder berstatus narapidana. Dokumen mengungkap bahwa Ferguson kerap mengirim email kepada Epstein saat ia dipenjara, meminta nasihat bisnis untuk perusahaannya, "Mothers Army". Dalam email-email tersebut menunjukkan kedekatan antara keduanya. Ferguson menyebut Epstein sebagai "Sahabatku yang luar biasa", "Legenda", dan bahkan berterima kasih karena Epstein telah menjadi "saudara laki-laki" yang selama ini ia dambakan.
Fakta yang paling membuat publik geleng kepala adalah keputusan Ferguson untuk membawa anak-anaknya masuk ke kandang singa. Hanya lima hari setelah Epstein dibebaskan dari penjara pada Juli 2009, Ferguson membawa kedua putrinya, Putri Beatrice dan Putri Eugenie, untuk mengunjungi rumah Epstein di Palm Beach. Mereka datang untuk makan siang, di mana Ferguson bahkan menolak tawaran jemputan karena sudah menggunakan mobil yang disediakan polisi, menunjukkan betapa santainya ia membawa putri-putri kerajaan ke kediaman seorang terpidana kasus seksual anak.
Dampak dari hubungan "beracun" ini akhirnya meruntuhkan bisnis amal Ferguson sendiri. Yayasan miliknya, Sarah's Trust, terpaksa ditutup untuk waktu yang tidak ditentukan setelah badan-badan amal lain memutus hubungan akibat kedekatannya dengan Epstein. Meskipun dalam satu email ia sempat menuduh Epstein hanya memanfaatkannya untuk mendekati Pangeran Andrew, bukti-bukti lain menunjukkan bahwa Ferguson secara aktif mencari bantuan dan validasi dari Epstein demi kelangsungan bisnis pribadinya.
5. Brett Ratner (Sutradara Hollywood)
Sutradara Hollywood yang dikenal lewat film Rush Hour ini kembali menjadi sorotan negatif di saat yang paling tidak tepat. Dokumen terbaru merilis foto yang memperlihatkan Ratner duduk santai di sebuah sofa, memeluk seorang wanita muda yang identitasnya dirahasiakan. Yang membuat foto ini mengerikan adalah kehadiran dua pria yang mengapit mereka: Jeffrey Epstein dan Jean-Luc Brunel, agen model Prancis yang dituduh memperdagangkan ribuan wanita untuk Epstein sebelum akhirnya bunuh diri di penjara.
Rilisnya foto ini bertepatan dengan momen comeback Ratner melalui film dokumenter terbarunya tentang mantan Ibu Negara AS, Melania: 20 Days to History. Film ini adalah proyek besar pertamanya sejak ia menghilang dari industri akibat tuduhan pelecehan seksual di era gerakan #MeToo tahun 2017. Kemunculan foto Ratner bersama dua predator seksual kelas kakap seolah menjadi pengingat brutal bagi publik tentang lingkaran pergaulan sang sutradara di masa lalu, menghancurkan upaya pemulihan citra yang sedang ia bangun.
Koneksi Ratner dengan Jean-Luc Brunel dalam foto tersebut menjadi sorotan khusus. Brunel dikenal sebagai sosok kunci dalam jaringan perdagangan seks Epstein, yang dicurigai mengangkut perempuan muda untuk dieksploitasi. Keberadaan Ratner yang tampak akrab dan tersenyum bersama Brunel dan Epstein menimbulkan pertanyaan besar tentang sejauh mana ia mengetahui atau terlibat dalam aktivitas "perekrutan" model yang dilakukan oleh kedua rekannya tersebut.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie