Kesepakatan Dagang AS–India Tercapai, Trump Pangkas Tarif Jadi 18 Persen
Trump mengumumkan adanya kesepakatan perdagangan antara AS dan India, yang mencakup penurunan tarif menjadi 18% serta komitmen besar untuk impor dari India.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menginformasikan bahwa negara mereka bersama India telah menyepakati suatu perjanjian dagang dan dalam waktu dekat akan mengurangi tarif atas produk dari kedua negara.
Pengumuman ini disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada hari Senin, setelah melakukan diskusi dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi.
Menurut laporan yang dikutip dari CNBC pada Selasa, 3 Februari 2026, Trump menyatakan bahwa Modi juga setuju untuk meningkatkan volume pembelian produk-produk dari AS secara signifikan.
Selain itu, India berkomitmen untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia dan beralih untuk membeli minyak dari AS, serta kemungkinan dari Venezuela.
"Merupakan suatu kehormatan berbicara dengan Perdana Menteri Modi pagi ini. Dia adalah salah satu sahabat terbaik saya dan pemimpin yang kuat serta dihormati," ungkap Trump dalam pernyataannya.
Pembicaraan tersebut mencakup berbagai isu strategis, termasuk perdagangan dan upaya untuk mengakhiri konflik antara Rusia dan Ukraina.
Trump menilai langkah India untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia dapat berkontribusi dalam menyelesaikan konflik yang masih berlangsung hingga saat ini.
Pernyataan Lengkap Trump
Pagi ini, saya merasa terhormat dapat berbincang dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi. Ia adalah sahabat dekat saya dan merupakan pemimpin yang sangat dihormati serta memiliki kekuatan dalam memimpin negaranya.
Dalam pertemuan ini, kami mendiskusikan berbagai isu penting, termasuk aspek perdagangan dan upaya untuk mengakhiri konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.
Perdana Menteri Modi sepakat untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia dan berencana untuk meningkatkan pembelian dari Amerika Serikat, serta mungkin dari Venezuela. Keputusan ini diharapkan dapat membantu "MENGAKHIRI PERANG" yang sedang berlangsung di Ukraina, yang telah menyebabkan banyak korban jiwa setiap minggunya.
Berdasarkan rasa persahabatan dan saling menghormati dengan Perdana Menteri Modi, serta sesuai dengan permintaannya, kami sepakat untuk segera menerapkan kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan India. Dalam kesepakatan ini, tarif yang dikenakan oleh Amerika Serikat akan diturunkan dari 25% menjadi 18%.
Selain itu, India juga berkomitmen untuk mengurangi tarif dan hambatan non-tarif terhadap produk dari Amerika Serikat hingga menjadi nol. Perdana Menteri Modi juga menunjukkan komitmennya untuk menerapkan kebijakan 'BUY AMERICAN' dengan lebih intensif, termasuk dalam pembelian produk energi, teknologi, pertanian, batu bara, dan berbagai produk lainnya dari Amerika Serikat, dengan total nilai lebih dari USD 500 miliar.
Kerjasama yang kuat antara Amerika Serikat dan India dipastikan akan semakin kokoh di masa depan. Perdana Menteri Modi dan saya adalah dua individu yang "BENAR-BENAR MENYELESAIKAN PEKERJAAN", sesuatu yang tidak bisa dikatakan untuk banyak pihak lainnya. Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian Anda terhadap hal ini!
Penurunan Nilai Tarif
Dalam rangka perjanjian yang telah disepakati, Amerika Serikat setuju untuk mengurangi tarif balasan terhadap India dari 25% menjadi 18%, yang akan diterapkan segera.
Di sisi lain, India juga akan mengurangi tarif serta hambatan non-tarif terhadap produk-produk asal AS hingga mencapai nol persen.
Presiden Trump mengungkapkan bahwa Modi berkomitmen untuk menerapkan kebijakan "Buy American" dengan lebih intensif, yang mencakup pembelian berbagai produk seperti energi, teknologi, pertanian, batu bara, dan komoditas lainnya dari AS dengan total nilai melebihi USD 500 miliar.
Meskipun Trump menyatakan bahwa kesepakatan ini berlaku langsung, hingga saat ini dokumen resmi mengenai perjanjian tersebut belum dirilis ke publik.
Gedung Putih dan Kantor Perwakilan Dagang AS juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai rincian dari kesepakatan ini.
Beberapa ahli hukum dan anggota parlemen dari Partai Demokrat telah mempertanyakan legitimasi Trump dalam mengikat perjanjian dagang tanpa mendapatkan persetujuan dari Kongres.
Namun, Trump dan para pendukungnya berargumen bahwa Kongres telah memberikan kewenangan kepada eksekutif untuk melaksanakan kesepakatan semacam ini.
Kesejahteraan Warga Masyarakat
Menanggapi pengumuman itu, Perdana Menteri Modi juga mengonfirmasi adanya penurunan tarif dari AS melalui akun X miliknya. Ia menyatakan, "Saya sangat gembira produk Made in India kini dikenakan tarif lebih rendah sebesar 18%. Terima kasih kepada Presiden Trump atas pengumuman luar biasa ini," tulis Modi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kolaborasi antara dua ekonomi besar dan dua demokrasi terbesar di dunia ini akan menciptakan banyak peluang bagi kesejahteraan rakyat di kedua negara. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas serta perdamaian di tingkat global.