Ultimatum Jokowi: Harus ada penerbangan langsung Samarinda-Jakarta dalam dua minggu

Perintah Jokowi itu dilontarkannya saat bertanya kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, tentang kesiapan Kemenhub dan Angkasa Pura I, untuk Bandara APT Pranoto, melayani terbang langsung ke Jakarta dan Surabaya.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Ultimatum Jokowi: Harus ada penerbangan langsung Samarinda-Jakarta dalam dua minggu
Presiden Jokowi. ©2018 istimewa

Presiden Joko Widodo baru saja meresmikan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, di Samarinda, Kalimantan Timur. Dia meminta bandara dengan panjang landasan pacu atau runway 2.250 meter itu melayani penerbangan langsung ke Jakarta dan Surabaya, dalam 2 pekan ke depan.

Perintah Jokowi itu dilontarkannya saat bertanya kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, tentang kesiapan Kemenhub dan Angkasa Pura I, untuk Bandara APT Pranoto, melayani terbang langsung ke Jakarta dan Surabaya.

"Sudah ada penerbangan ke Jakarta belum?" tanya Jokowi, kepada Budi Karya. Budi lantas menjawab penerbangan langsung ke Jakarta dalam 1,5 bulan ke depan.

Jokowi menegaskan, rentang waktu 1,5 bulan terlalu lama, bagi masyarakat yang menginginkan penerbangan langsung dari Samarinda ke Jakarta dan Surabaya.

"Ini perintah. Saya tidak mau terlalu lama. Saya minta maksimal 2 minggu penerbangan langsung ke Jakarta, ke Surabaya," kata Jokowi, kepada Menhub Budi.

"Terserah Garuda Indonesia, Lion Air. Yang penting ada pesawat dari Samarinda, menuju Jakarta dan ke Surabaya. Ini bukan kemauan saya. Saya tahu, bandara ini sangat diperlukan masyarakat Samarinda dan sekitarnya," tegas Jokowi.

Jokowi juga menerangkan, bandara APT Pranoto dengan kapasitas 1,5 juta penumpang per tahun, ke depan ditarget jadi 5 juta per tahun. Terminal 12.700 meter persegi, mesti dikembangkan jadi 36.000 meter persegi.

"Tidak mungkin terminal ini cukup. Harus diantisipasi segera, untuk dikembangkan," demikian Jokowi.

Rekomendasi