Target Selesai Maret 2022, Tol Semarang-Demak Bakal Urai Kemacetan Pantura

Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II merupakan jalan tol yang berlokasi di Demak, Jawa Tengah ini memiliki nilai kontrak keseluruhan sebesar Rp3,78 triliun di mana terdapat porsi kontrak PT PP sebesar Rp2,84 triliun.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Target Selesai Maret 2022, Tol Semarang-Demak Bakal Urai Kemacetan Pantura
Jalan Tol Semarang. ©2013 Merdeka.com/Istimewa

Perusahaan BUMN konstruksi dan investasi nasional, PT PP (Persero) Tbk berpartisipasi pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Provinsi Jawa Tengah. Salah satunya dengan pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II. Keberadaan tol ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan, khususnya di jalur Pantau Utara (Pantura).

PT PP bersama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Misi Mulia Metrical (MMM) membentuk perusahaan patungan yang diberi bernama PT PP Semarang Demak. Adapun prosentase kepemilikan saham pada saat pendirian dalam perusahaan tersebut, yaitu Perseroan sebesar 65 persen, WIKA sebesar 25 persen, dan MMM sebesar 10 persen.

"Perseroan dalam hal ini berperan selaku Kontraktor Pelaksana dan Pemilik Proyek optimistis pelaksanaan pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak dapat berjalan lancar dan selesai dengan waktu yang ditargetkan," kata Direktur Utama PT PP, Novel Arsyad di Jakarta, Senin (2/11).

Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II merupakan jalan tol yang berlokasi di Demak, Jawa Tengah ini memiliki nilai kontrak keseluruhan sebesar Rp3,78 triliun di mana terdapat porsi kontrak PT PP sebesar Rp2,84 triliun. Proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II ini memiliki lintasan sepanjang lebih kurang 16,3 kilometer (STA 10+690-STA 27+000) yang dimulai dari Kecamatan Sayung.

Dalam pembangunan proyek ini, PT PP melaksanakan pembangunan sepanjang 13,30 kilometer dimulai dari STA 12+200 sampai dengan STA 25+500.

Proyek ini dilaksanakan dalam kurun waktu 27 bulan kalender sejak Desember 2019 dan ditargetkan akan selesai pada bulan Maret 2022. Proyek ini dikerjakan oleh Perseroan dan WIKA selaku Kontraktor Pelaksana yang tertuang dalam Kerjasama Operasi (KSO).

"Diharapkan dengan adanya jalan tol ini akan meningkatkan aksesibilitas dan kapasitas jaringan jalan yang ada di kawasan utara Pulau Jawa. Selain itu, keberadaan jalan tol ini juga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah-wilayah sekitar dan mendorong meningkatkan perekonomian di wilayah sekitar," jelas dia.

Sampai dengan bulan Oktober 2020, Perseroan telah melaksanakan pekerjaan lapangan dengan progress fisik konstruksi mencapai sekitar 21 persen.

Adapun ruang lingkup pekerjaan pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak, antara lain pekerjaan slab on pile sepanjang 8,387 kilometer, pekerjaan timbunan sepanjang 7,356 kilometer, pekerjaan struktur jembatan sepanjang 567 meter, dsb. Dalam pembangunan proyek jalan tol ini akan terdapat box traffic atau culvert sebanyak 38 (tiga puluh delapan) titik, jembatan main road sebanyak 9 (sembilan) titik, dan crossing sebanyak 15 (lima belas) titik.

Kehadiran Jalan Tol Semarang-Demak ini akan memiliki banyak manfaat positif bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat di Pulau Jawa.

Dengan adanya jalan tol ini akan memudahkan mobilisasi antar wilayah dan meningkatkan efisiensi industri di wilayah Jawa Tengah. Dengan adanya akses transportasi yang baik akan membuat industri semakin efisien. Selain itu, kehadiran jalan tol ini akan mengurai kepadatan lalu lintas kendaraan yang berada di kawasan Pantai Utara (Pantura).

"Sebagai Kontraktor Pelaksana, Perseroan akan melakukan pekerjaan dan memberikan hasil pekerjaan dengan kualitas terbaik. Sedangkan dari sisi selauk Pemilik Proyek, Perseroan berharap investasi jalan tol ini akan berjalan lancar dan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan sehingga akan meningkatkan kinerja perusahaan," ujar tutup Novel.

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi