Strategi KKP Bantu Perbaiki Kapal Nelayan yang Rusak Akibat Bencana Alam

Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut andil dalam penanganan bencana alam yang melanda beberapa daerah di Indonesia belakangan ini. Salah satunya dengan menyediakan bengkel bergerak untuk memperbaiki sarana penangkapan ikan nelayan yang rusak.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Strategi KKP Bantu Perbaiki Kapal Nelayan yang Rusak Akibat Bencana Alam
Bengkel Bergerak Bantu Pulihkan Geliat Nelayan Terdampak Bencana. ©Liputan6.com/Bawono Yadika

Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut andil dalam penanganan bencana alam yang melanda beberapa daerah di Indonesia belakangan ini. Salah satunya dengan menyediakan bengkel bergerak untuk memperbaiki sarana penangkapan ikan nelayan yang rusak.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) M. Zulficar Mochtar mengatakan, bengkel bergerak nelayan berupa mobil pelayanan dapat digunakan sebagai sarana perbaikan mesin kapal perikanan. Mobil itu berisi peralatan teknis permesinan kapal perikanan lengkap dengan teknisi dari Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang dan Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu.

"Bengkel bergerak diharapkan dapat membantu dan meringankan para nelayan yang tengah memperbaiki sarana penangkapan ikan karena tsunami. Pemerintah terus mendorong agar aktivitas nelayan dan perekonomian masyarakat tidak terhenti," kata zulficar melalui keterangan tertulis, Selasa (29/1).

Dia mengungkapkan, sebanyak empat mobil bengkel bergerak telah berada di Kabupaten Pandeglang, Banten dan siap dioperasionalkan. Mobil bengkel bergerak ini direncanakan akan beralih dari satu lokasi ke lokasi lain hingga ke Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

DJPT juga telah melakukan identifikasi dengan menggandeng Yamaha melaksanakan program CSR (Corporate Social Responsibility) untuk memperbaiki mesin tempel kapal perikanan berukuran 3 Gross Tonnage (GT) pada minggu ini. Sebanyak 66 unit telah terdata dan kemungkinan masih akan terus bertambah.

"Kami gandeng berbagai pihak melakukan program CSR untuk bersama-sama membantu dan memulihkan lokasi terdampak bencana. Rehabilitasi dilakukan secara bertahap, tidak hanya dari sisi perikanan tangkap saja tetapi kelautan dan perikanan secara menyeluruh," tandasnya.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi