Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah pada perdagangan pagi ini, Selasa (26/6). Rupiah dibuka di level Rp 14.140 atau menguat tipis dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.159 per USD.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pelemahan Rupiah bisa dipengaruhi banyak faktor. Oleh karena itu, tidak bisa dilihat dari satu sisi.
"Kalau kita lihat keseluruhan pergerakan nilai tukar, kita harus lihat benchmark dengan negara lain maupun US Dollar sendiri. Karena setiap hari selalu ada pemicunya," karena Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/6).
Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga ikut memengaruhi pergerakan nilai tukar. Termasuk kebijakan yang dikeluarkan China.
"Apakah hari ini Presiden Trump bilang ini, kemudian policy kepada China, lalu China melakukan retaliasi, lalu ECB melakukan apa dan sebagainya. Ini akan terus dinamis," ujar dia.
Meski awal pekan ini rupiah melemah, Sri Mulyani optimis sepanjang 2018 pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) berjalan baik. Dia juga memperkirakan inflasi tetap normal.
"Momentum PE kita akan jaga. Maka kita akan banyak sekali segi itu. Jadi kita tidak merespons setiap hari. Namun kita melakukan monev secara bersama-sama," pungkasnya.