Sri Mulyani: Peminat KUR sangat banyak dan keuangan kita terbatas

"Memang ini persoalan antara suplai dan demand. Di mana suplai yang terbatas karena keuangan terbatas. Maka ini bukan masalah desain namun soal belum mampunya kita memenuhi kebutuhan yang begitu banyak itu," ujarnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sri Mulyani: Peminat KUR sangat banyak dan keuangan kita terbatas
sri mulyani. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengakui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) belum merata di seluruh pelosok negeri. Salah satu penyebabnya adalah membludaknya permintaan, sedangkan dana yang disediakan terbatas.

"Dari sisi jumlah peserta atau peminat yang begitu banyak. Kalau dewan berkunjung ke lapangan pasti akan menemukan yang belum dapatkan kredit. Karena memang faktanya jumlah permintaan jauh lebih banyak dari pada yang disediakan," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR-MPR, Jakarta, Selasa (14/2).

"Memang ini persoalan antara suplai dan demand. Di mana suplai yang terbatas karena keuangan terbatas. Maka ini bukan masalah desain namun soal belum mampunya kita memenuhi kebutuhan yang begitu banyak itu," ujarnya.

Untuk itu, Sri Mulyani akan akan melakukan berbagai perbaikan dari sisi kebijakan. "Karena ini tahun kedua, kami lakukan evaluasi dan tentu saja kami akan terus perbaiki dari sisi koordinasi kebijakan. Dengan berbagai macam perbaikan," ungkapnya.

Sebelumnya, anggota DPR komisi XI dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Johnny G Plate mengingatkan agar penyaluran KUR menjadi perhatian serius pemerintah. Sebab, di lapangan masih banyak ditemukan penyaluran KUR salah sasaran.

"Dia harus berpihak kepada kelompok yang benar benar membutuhkan. Faktanya 56 persen lebih, tersalurkan di wilayah yang notabene masih kita anggap sebagai income per kapita regional tinggi," ujar Johnny di Gedung DPR-MPR, Jakarta, Selasa (14/2).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memastikan penyaluran KUR cukup merata. Namun, memang penyaluran KUR masih lebih banyak diterima pedagang dari pada petani dan pengusaha di bidang lainnya.

"Tahun ini baru berjalan dengan betul, tahun ini kita akan rapat reguler bagaimana rincian KUR itu di seluruh Indonesia. Memang biasanya terbanyak yang terima bukan pertanian tapi perdagangan," ungkapnya.

Rekomendasi