PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan bakal menerbitkan obligasi senilai Rp 8 triliun. Penjualan bakal dilakukan bertahap hingga tahun depan.
Direktur Keuangan Semen Indonesia Darmawan Djunaidi mengatakan, penerbitan tahap pertama bakal dilakukan semester pertama tahun ini senilai Rp 3 triliun. Masa jatuh tempo lima tahun dengan bunga dibayar setiap tiga bulan, terhitung sejak tanggal Emisi. Sementara itu, indikasi kupon dipatoksebesar 8 persen-8,8 persen per tahun.
"Direncanakaan tahap kedua sebesar Rp 2 trilun, sementara yang ketiga kami lihat nanti situasi di 2018," katanya, di Jakarta, Senin (15/5).
Dana hasil penjualan, lanjutnya, akan dipakai sebagai modal kerja Semen Indonesia dan anak usaha. Di antaranya, refinancing kredit sindikasi PT Semen Tonasa, sekitar Rp 1,37 triliun.
"Tidak hanya untuk pabrik semen saja tapi juga untuk anak usaha, dalam rangka mempertajam lini usaha Semen Indonesia grup," ujar Darmawan.
"Kami juga ingin memberi message kepada publik, PT Semen Indonesia ini sudah sangat baik. Ke depan, akan berperan sangat penting dalam pembangunan di Indonesia.
Induk perusahaan semen pelat merah itu menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi obligasi.