SBY dinilai tidak paham soal perbankan dan moneter
Merdeka.com - Pencalonan Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjadi Gubernur Bank Indonesia sebagai rekomendasi tunggal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mengundang reaksi negatif. SBY dinilai tidak paham sektor perbankan dan moneter.
Pakar Ekonomi Tony Prasetyantoko mengatakan, sebaiknya Presiden memberi penjelasan. "Karena kalau tanpa penjelasan apa-apa, saya memperoleh kesan bahwa SBY tidak paham bahwa, pertama Agus Marto adalah bankir komersial yang menguasai aspek mikroprudensial perbankan," jelas Tony kepada wartawan, Senin (25/2).
Sementara untuk posisi Gubernur BI, lanjut Tony, seharusnya menguasai makroprudensial dengan latar belakang ekonomi makro dan moneter. Yang kedua, lanjut Tony, tahun 2014 BI tidak lagi menangani pengawasan perbankan komersial karena sudah dipindah ke OJK. "Jadi, kesannya SBY tidak mengerti masalah dan beda tugas antara BI, OJK, dan perbankan umum (komersial). Ketiganya campur aduk," papar Tony.
Namun, menurut Tony, hal ini mestinya tidak terjadi, karena semestinya Presiden SBY sudah melakukan konsultasi dengan Wakil Presiden yang juga adalah ekonom yang pernah menjadi Gubernur BI. "Bagi saya ini tetap misteri. Saya gagal memahami agenda SBY," tutup Tony. (mdk/rin)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya