Rakyat Maluku diminta tak ributkan lokasi pengembangan Blok Masela

"Biarkan kontraktor ini hitung sendiri analisa sendiri untuk menentukan lokasi terbaik di mana."

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
Rakyat Maluku diminta tak ributkan lokasi pengembangan Blok Masela
Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Presiden Joko Widodo telah memutuskan pengembangan ladang gas Blok Masela, Maluku melalui skema darat (onshore). Pembangunan kilang di darat diyakini akan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar karena akan dibangun industri petrokimia dan turunannya.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi meminta kepada masyarakat Maluku untuk tidak mempersoalkan lokasi mana yang akan dipilih investor untuk membangun Blok Masela.

"Jadi mengenai lokasi di pulau mana saya minta kawan di Maluku tak perlu pikirkan akan di pulau Selaru, Babar atau pun Aru. Biarkan kontraktor ini hitung sendiri analisa sendiri untuk menentukan lokasi terbaik di mana, lokasinya di mana," ujar Amien saat ditemui di Jakarta, Kamis (24/3).

"Yang pasti dari ketersediaan lahan dan juga lokasi buat pelabuhan kan dipakai buat itu," tambahnya.

Amien membeberkan, jika Inpex dan Shell selaku investor telah bertemu dengan pihaknya. Mereka meminta diberi waktu untuk mengkaji ulang secara keseluruhan pembangunan di onshore.

"SKK Migas juga minta mereka untuk dikaji dan ditata ulang termasuk waktunya. Jadi sebenarnya menghitung ulang perlu waktu lama sehingga SKK Migas tak mau menunggu lama biar Inpex dan Shell hitung dulu dan merumuskan apa yang akan mereka kerjaan ke depan tata waktunya. Setelah itu akan ketemu lagi dengan SKK migas," tutupnya.

Rekomendasi