PTTEP Indonesia kucurkan Rp 3,9 miliar untuk Sobis Pammase

Penandatangan kerja sama antara PTTEP dan Sobis Pammase selama dua tahun ke depan, dimana PTTEP akan memberikan sumbangan sebesar Rp 3,9 miliar untuk membantu mendorong keberlanjutan program-program PAUD HI di Sulbar.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
PTTEP Indonesia kucurkan Rp 3,9 miliar untuk Sobis Pammase
PTTEP gandeng Sobis Pammase. Istimewa ©2018 Merdeka.com

Perusahaan eksplorasi dan produksi minyak nasional Thailand, PTT Exploration and Production Public Company Limited atau PTTEP menandatangani kesepakatan atau MoU dengan Sobis Pammase, sebuah social business enterprise dari Sulawesi Barat. Penandatanganan MoU ini diwakilkan oleh Titi Thongjen selaku General Manager PTTEP Indonesia dan Casdimin selaku Direktur Sobis Pamasse.

Penandatangan kerja sama antara PTTEP dan Sobis Pammase selama dua tahun ke depan, dimana PTTEP akan memberikan sumbangan sebesar Rp 3,9 miliar untuk membantu mendorong keberlanjutan program-program PAUD HI di Sulbar.

"Terinspirasi dari 15 unit PAUD yang telah didukung oleh PTTEP Indonesia sejak 2012 di daerah Mamuju, Majene dan Polewali Mandar, PTTEP berharap bahwa program-program tersebut dapat terus berjalan secara mandiri," ucap General Affairs Manager PTTEP Indonesia, Afiat Djajanegara dikutip keterangan resminya di Jakarta, Kamis (6/9).

Menurutnya, MoU ini merupakan salah satu bukti nyata komitmen PTTEP Indonesia dalam membangun kemitraan dengan LSM-LSM lokal dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan di wilayah-wilayah sekitar Indonesia. Kerja sama kami Sobis Pammase merupakan bagian dari strategi PTTEP dalam bidang CSR di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

"Kami ingin terus mendukung keberlanjutan program pendidikan, khususnya pendidikan dini di Indonesia, sehingga dapat terus menghasilkan sumber daya manusia yang berprestasi," katanya

Di kesempatan sama, PTTEP Indonesia dan Universitas Trisakti, Program Pascasarjana MM-Sustainability juga kembali mengadakan seminar nasional membangun kemitraan yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG's). Seminar di Palembang ini merupakan acara ketiga dari seminar berseri di lima kota besar di Indonesia, yang sebelumnya telah diadakan di Jakarta dan Makassar.

Setiap negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk Indonesia telah menyepakati komitmen serius global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals. SDG's terdiri atas 17 tujuan dan 169 target yang membidik berbagai isu pembangunan, dari kemiskinan hingga kerjasama internasional.

Di Indonesia, implementasi tujuan dan target SDG's dikelompokkan ke dalam empat pilar, yaitu pilar pembangunan sosial, pilar pembangunan ekonomi, pilar pembangunan lingkungan dan pilar pembangunan hukum.

"Bagi Indonesia, setiap pelaksanaan agenda pembangunan nasional demi kesejahteraan rakyat adalah kontribusi terhadap implementasi SDGs untuk meningkatkan masyarakat global," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro beberapa waktu lalu.

"Kami mendengar ajakan Pemerintah Indonesia untuk bersama-sama membantu Indonesia menjaga komitmen guna mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Namun kami dari sektor swasta menyadari bahwa untuk mencapai SDG's adalah upaya kolektif dan tidak dapat dilakukan tanpa kolaborasi," tutup Afiat Djajanegara.

Rekomendasi