PT PLN (Persero) bakal melakukan pendataan pelanggan rumah tangga 900 volt ampere (VA) untuk dipindahkan ke pelanggan 1.300 VA. Pendataan tersebut dilakukan menyeimbangkan subsidi listrik yang didapat PLN pada tahun depan mencapai Rp 38,39 triliun.
Seperti diketahui, subsidi listrik selama ini tidak tepat sasaran. Dari data TNP2K terdapat 24,7 juta pelanggan rumah tangga yang dinilai mampu. Untuk itu, pemerintah memberikan PLN jangka waktu selama enam bulan untuk pendataan.
"Pendataan kepada 24,7 pelanggan 900 VA dilakukan karena anggaran subsidi listrik untuk tahun 2016 hanya sebesar Rp 38,39 triliun. Yang dikhawatirkan yang miskin atau renta miskin tidak menerima subsidi listrik karena pendataannya tidak akurat," ujar Kepala Divisi Niaga PT PLN (Persero), Benny Marbun di Kantor PLN, Jakarta, Selasa (1/12).
Benny menjelaskan PLN menargetkan pendataan pelanggan rumah tangga bisa dilakukan dalam waktu tiga bulan. Dari data ini, pelanggan 900 VA dapat bermigrasi menjadi pelanggan 1.300 VA yang ditargetkan pada Januari 2016.
"Waktu tersisa 1 bulan. Kami tak mampu untuk itu. Oleh karena itu, pelaksanaannya ditunda sampai pendataannya selesai. Kami diberikan waktu 6 bulan, Mudah-mudahan 2 sampai 3 bulan ini selesai pendataannya," jelas dia.
Namun, kata dia, hal itu tak sesuai dengan target pemerintah yang menyebutkan pada 1 Januari 2016 subsidi listrik tepat sasaran dengan melakukan migrasi pengguna 900 VA ke 1.300 VA. Hal ini disebabkan karena PLN ingin memastikan pelanggan yang berhak menerima subsidi dan yang tidak dengan data dari TNP2K.
"Hingga saat ini belum ada perubahan, rencananya per 1 januari 2016 DPR menugaskan ke pemerintah untuk menyalurkan kepada masyarakat miskin. pendataan penerima subsidi tepat sasaran yaitu masyarakat miskin dan rentan miskin. kami menggunakan data TNP2K," pungkas dia.