Perombakan menteri ekonomi belum mampu bangkitkan kepercayaan publik

Ini tercermin dari respons pasar yang biasa saja pasca pengumuman reshuffle.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Perombakan menteri ekonomi belum mampu bangkitkan kepercayaan publik
pelantikan menteri baru. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Perombakan yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai tak serta merta sembuhkan kondisi perekonomian nasional. Kebijakan ini juga dianggap tidak sesuai ekspektasi pasar.

"Ini tercermin dari respons pasar yang biasa saja pasca pengumuman reshuffle," kata Ekonom Universitas Indonesia (UI) Rizal E Halim, Jumat (14/8).

Rizal menuturkan, wajar pasar merespons negatif mengingat sejumlah pos yang dianggap tidak optimal bahkan kontra produktif, justru aman dari perombakan. Pos-pos tersebut berada di garda terdepan implementasi program kerja Presiden Jokowi.

Dia menyebutkan, Kementerian Koperasi UMKM, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, merupakan pos-pos yang perlu mendapat perhatian untuk dioptimalkan.

"Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sebaiknya diisi oleh ekonom lainnya yang diharapkan pasar dan punya kompetensi yang kuat dalam proses perencanaan," saran dia.

Dia mengingatkan, kabinet kerja khususnya bidang ekonomi dihadapkan pada tantangan besar. Salah satunya memulihkan kepercayaan pasar domestik sehingga optimisme pelaku ekonomi terus meningkat.

Terlepas dari itu dia mengapresiasi sejumlah nama-nama yang masuk dalam kabinet kerja Jokowi-JK. Beberapa menteri yang baru dilantik dinilai sebagai orang yang tepat membenahi sejumlah persoalan ekonomi.

"Nama-nama seperti Darmin Nasution, Rizal Ramli, tentunya akan memberi dampak psikologi yang kuat bagi kepercayaan pasar," katanya.

Rekomendasi