Pengusaha: Defisit 2,5 Persen Sulit Tercapai Jika Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, tugas pemerintah cukup berat untuk mencapai posisi CAD di kisaran 2,5 persen pada tahun depan. Sebab, selama impor masih lebih tinggi dari ekspor, angka tersebut sulit dicapai.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Pengusaha: Defisit 2,5 Persen Sulit Tercapai Jika Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM
SPBU. ©2015 Merdeka.com

Bank Indonesia memprediksi defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) 2019 sebesar 2,5 persen. Angka prediksi ini muncul berdasarkan serangkaian kebijakan yang sudah digulirkan bank sentral bersama dengan pemerintah.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, tugas pemerintah cukup berat untuk mencapai posisi CAD di kisaran 2,5 persen pada tahun depan. Sebab, selama impor masih lebih tinggi dari ekspor, angka tersebut sulit dicapai.

"Saya rasa akan berat ya. Selama kita tidak mau menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) akan sulit sekali untuk kita mencapai itu. Saya rasa bagus ya pemerintah optimis tapi saya rasa akan berat. Kenapa karena kita masih bergantung pada impor sangat besar. Sehingga kita mau genjot ekspor seperti apapun akan sulit," katanya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Rabu (5/12).

Shinta mengatakan, sebagai pelaku usaha pihaknya terus mendukung peningkatan ekspor. "Tapi kita dari dunia usaha kan terus mendukung ya kan. Ini kan percuma kita komplain saja tanpa ada solusi mau apa. Jadi kita berjalan makanya gimana sih caranya menaikkan, kita menggenjot pangsa ekspor kita lebih banyak," imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan tren penurunan defisit current account akan terus berlanjut di tahun 2019. Pihaknya memprediksi defisit current account pada 2019 akan berada di bawah 2,5 persen.

"Tahun ke depan bagaimana? Langkah yang tadi dilakukan dan juga langkah-langkah stabilisasi moneter dan juga fiskal itu akan membawa CAD di tahun 2019 lebih turun lagi, yang kami perkirakan 2,5 persen dari PDB," tandasnya.

Rekomendasi