PT Jasa Marga bakal membongkar Gerbang Tol Cikarang Utama untuk mengurangi tingkat kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek. Rencana pembongkaran ini sudah diusulkan Jasa Marga kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan tinggal menunggu persetujuan.
"Memang seharusnya gerbang tol Cikarut (Cikarang Utama) ini tidak ada, karena di sini menjadi titik kumpul antara pengendara lokal, yang mau lewat jalur selatan dan utara Jawa. Jadi kita harapkan ini menjadi mudik terakhir melihat Gerbang Tol Cikarut," kata Direktur Operasi II Jasa Marga, Subakti Syukur, di Gerbang Tol Cikarut, Rabu (11/4).
Dengan dibongkarnya gerbang tol Cikarang Utama, maka transaksi akan dipecah dengan menambah beberapa gardu di gerbang tol pintu keluar masing-masing. Dengan demikian jalan tol Jakarta-Cikampek akan lebih lancar.
Saat ini gerbang tol Cikarang Utama ini hariannya melayani kendaraan lebih dari 62.000 kendaraan tiap harinya. Jumlah ini melonjak di hari-hari libur seperti saat mudik Lebaran.
Jasa Marga memperkirakan puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi pada H-3 Lebaran. Sedangkan puncak arus balikya diperkirakan terjadi pada H+3 Lebaran.
Adapun saat puncak arus mudik tersebut kendaraan yang melintas diperkirakan mencapai 116.000 kendaraan. Sedangkan, saat puncak arus balik akan melintas 109.000 kendaraan tiap harinya.
"Jadi memang Cikarut ini titik krusial, makanya kita bisa operasikan 16-20 gardu kalau memang trafiknya sedang padat " tegas Subakti.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6