Pengamat: Kenaikan suku bunga BI bikin pertumbuhan ekonomi menurun

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menilai kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan BI akan menurunkan angka pertumbuhan ekonomi 2018. Sebab, kenaikan suku bunga acuan akan memengaruhi kenaikan suku bunga lainnya.

Yayu Agustini Rahayu
Oleh Yayu Agustini Rahayu - Reporter
Pengamat: Kenaikan suku bunga BI bikin pertumbuhan ekonomi menurun
pertumbuhan ekonomi. shutterstock

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menilai kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan BI akan menurunkan angka pertumbuhan ekonomi 2018. Sebab, kenaikan suku bunga acuan akan memengaruhi kenaikan suku bunga lainnya.

"Perhitungan saya juga sama, bahwa kenaikan suku bunga acuan BI, suku bunga pasar uang antar bank juga akan naik sehingga direspon juga dengan suku bunga kredit dan deposito," kata Josua di Gedung BI, Jakarta, Jumat (18/5).

Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat membuat gejolak di pasar valuta asing (foreign exchange market atau forex).

"Sehingga pasar Forex juga semakin mahal dan juga mengganggu, dan akan berdampak pada perekonomian, khususnya dari sisi sektor rill karena cost of borrownya akan semakin mahal, sehingga pertumbuhan kredit pun akan lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya," ujarnya.

Selain itu, Josua mengatakan bahwa angka pertumbuhan ekonomi di kuartal-I 2018 juga sudah terlihat menurun. "Jadi, saya pikir memang ada konsekuensi terhadap pertumbuhan ekonomi kalau BI pada tahun ini menaikkan hingga 50 basis point (bps)."

Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,5 persen akan dapat mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi 2018. Akan tetapi, perubahan tersebut sangat tipis sehingga angka pertumbuhan ekonomi tahun ini masih akan berada dalam range target.

Tahun ini BI memproyeksikan angka pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,1 sampai dengan 5,5 persen. "Mungkin hanya slightly (sedikit) turun dari angka proyeksi kita sebelum ada perubahan policy rate," ujarnya.

Rekomendasi