Pembangunan Pelabuhan Cilamaya bisa bikin listrik Jakarta terganggu

Pertamina ngotot operasionalnya akan terhambat dengan keberadaan pelabuhan.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Pembangunan Pelabuhan Cilamaya bisa bikin listrik Jakarta terganggu
Tower Listrik. ©shutterstock.com

PT Pertamina (Persero) tetap menolak keberadaan proyek Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat meski pemerintah memutuskan menggeser lokasi pembangunan sejauh 2,9 km dari tempat semula. Pertamina ngotot operasionalnya akan terhambat dengan keberadaan pelabuhan.

VP Corporate Communication PT Pertamina Ali Mudakir menuturkan, jika proyek tersebut tetap dijalankan, pasokan energi ke industri bahkan pasokan listrik untuk wilayah Jakarta akan terhambat.

"Pupuk Kujang dapat pasokan gasnya dari situ, dia produksi 1 juta ton pupuk untuk pertanian. Kemudian listrik Jakarta juga dari ONWJ. Suplai gas untuk kilang Balongan juga. Kalau ini terganggu, maka BBM juga terganggu," ujar Ali di Jakarta Pusat, Kamis (5/3).

Ali meminta pemerintah meninjau ulang proyek tersebut. Tidak hanya karena bakal mengganggu operasional migas, tapi juga mempertimbangkan efektivitas operasional pelabuhan. Jangan sampai nasibnya seperti Pelabuhan Merak yang tidak bermanfaat banyak bagi kegiatan industri.

"Agar tidak ganggu pipa bawah laut, kapal katanya akan ditandu, itu kan sama saja, tidak efisien karena nanti kapal masuknya satu-satu. Seperti Merak, kapal tidak mau singgah di situ," ungkapnya.

Ali mengusulkan pemerintah memindah lokasi pembangunan proyek tersebut. Salah satu lokasi usulannya adalah di Cirebon. Atau meningkatkan kapasitas di Pelabuhan Emas, Jawa Tengah.

"Ini Perlu dikaji komprehensif. Pertimbangan logis ini diutamakan yang berikan nilai ke APBN. Kajiannya tidak mempertimbangkan minyak dan sumur di bawah laut di sana. Blok ini sudah 50 tahun menjadi kepentingan nasional dan masih bisa dioperasikan 25 tahun ke depan. Sedangkan Cilamaya ini untuk kepentingan siapa?," ucapnya.

Rekomendasi