Pedagang pasar ogah latah kenakan biaya tambahan kantong plastik

Para pedagang khawatir ditinggal dan dihujani kritik oleh konsumen.

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
Pedagang pasar ogah latah kenakan biaya tambahan kantong plastik
Pasar Tradisional. ©2013 Merdeka.com

Kendati hanya berlaku di supermarket dan toko retail modern, pedagang pasar tradisional enggan mengikuti langkah pengenaan biaya tambahan untuk kantong plastik. Alasannya, pihaknya khawatir ditinggal dan dihujani kritik oleh konsumen."Aduh mas, kita mah pedagang kecil tidak pengen neko-neko. Jualan bisa laris saja syukur, tidak usah kasih biaya tambahan buat plastik. Nanti mereka (konsumen) mikir aneh-aneh, padahal tujuannya baik," ujar Maman kepada merdeka.com di Pasar Baru, Bekasi, Rabu (13/1).Pedagang yang sehari-harinya berjualan sayuran ini mengaku jika pada dasarnya dirinya mendukung langkah pemerintah untuk menggunakan kantong yang ramah lingkungan. Namun, pengenaan biaya tambahan dianggap tidak tepat."Langkahnya bagus, kita juga mendukung. Tapi pakai plastik harus bayar pembeli pasti mikir, apalagi 1 kresek Rp 5 ribu, protes pasti. Kalaupun suruh bawa plastik sendiri pasti mereka tidak mau, belanja saja sudah repot apalagi buat bawa-bawa kresek," jelasnya.Sementara itu, salah seorang pedagang bahan pokok, Priyanto, juga mengatakan hal senada dengan Maman. Dia lebih memilih tetap memberikan kantong plastik gratis dibanding kehilangan pelanggannya. "Kalau saya sih mending kasih gratis saja lah daripada pelanggan kabur," ucapnya singkat.Priyanto menilai pemerintah harus bijak dalam mengambil sikap. Sebab, dia mengkhawatirkan nantinya daya beli masyarakat akan berkurang. "Keinginannya baik untuk go green, tapi solusinya juga harus disesuaikan," tandasnya.

Sebelumnya, mulai Februari mendatang, masyarakat tidak bisa lagi menggunakan kantong plastik secara gratis. Sebab, supermarket atu retail sejenisnya akan mengenakan tarif tambahan untuk penggunaan kantong plastik.Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprino), Roy Mandey memastikan toko retail sudah siap memberlakukan kebijakan ini pada Februari mendatang. Hal ini guna mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup."Ritel setuju untuk mebuat kantong plastik yang reused (bisa digunakan kembali). Supaya bisa dipakai berkali-kali. Kami mendukung untuk membuat kantong plastik yang ramah lingkungan. Sebagian sudah ada yang reused, tapi tidak banyak," ujar Roy di Jakarta.Untuk tahap awal, toko retail nantinya akan menjual kantong plastik reused dan kantong plastik biasa. Harga kantong plastik hanya 30 persen dari kantong plastik reused atau bisa digunakan kembali."Tidak akan lebih dari Rp 5 ribu (kantong plastik biasa). Kantong (reused) yang dijual adalah yang ramah lingkungan dan kalau di luar itu USD 1," tutupnya.

Rekomendasi