Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pastikan Tak Menimbun, Pengusaha Ritel Modern Jelaskan Sebab Kelangkaan Minyak Goreng

Pastikan Tak Menimbun, Pengusaha Ritel Modern Jelaskan Sebab Kelangkaan Minyak Goreng Minyak goreng. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) menegaskan, tidak menimbun minyak goreng baik di gudang maupun di gerai. Tidak ada urgensi atau kepentingan mengapa ritel modern harus menahan stok minyak goreng di gudang.

"Prinsip dasar operasional kami adalah produk yang dikirimkan dari produsen dan distributor ke gudang peritel, maka akan langsung kami distribusikan ke gerai-gerai dan langsung dijual kepada konsumen. Bukan hanya minyak goreng, tapi semua dan berbagai produk yang ada di gerai juga seperti itu," jelas diungkapkan oleh Ketua Umum APRINDO, Roy N Mandey, Jumat (11/2).

Dia menjelaskan gudang peritel sangat terbatas karena berisikan berbagai macam barang. Selain itu, model bisnis ritel modern adalah pengecer yang langsung menjual produk ke end user atau konsumen akhir. Maka dari itu, tidak akan mungkin menjual barang-barangnya kepada agen atau pihak lain lagi.

"Bagaimana mungkin dan tidak masuk di akal sehat, ketika saat ini kita sendiri masih belum terpenuhi pasokan berdasar purchasing order (PO) kepada distributor minyak goreng kepada gerai gerai kami dan selalu langsung habis di beli oleh konsumen dalam waktu 2-3 jam sejak gerai dibuka, dengan demikian dari mana lagi stoknya untuk menjual ke pasar rakyat," jelasnya.

Penyebab Kelangkaan Minyak Goreng

Pihaknya menyayangkan sangkaan bahwa ritel modern menghambat penyaluran minyak goreng kepada masyarakat. Aprindo justru mendukung sepenuhnya dan membantu pemerintah untuk mendistribusikan minyak goreng secara merata, terjangkau dan fair, kepada masyarakat.

Menurutnya, kelangkaan minyak goreng adalah karena pasokan minyak goreng dari produsen dan distributor yang memang belum optimal. Serta animo masyarakat untuk membeli minyak goreng lebih besar karena harga tengah terjangkau.

"Perlu pula diinformasikan, bahwa tidak semua gerai yang berada di luar pasar tradisional/rakyat adalah ritel modern, ada warung atau toko tradisional, toko agen, toko grosir dan lainnya yang bukan format ritel modern dan yang bukan anggota ritel modern APRINDO," pungkas Roy.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP