Ngotot bangun JSS, Hatta sebut jembatan dibangun dengan jalur KA

Jembatan Selat Sunda juga diyakini akan menekan biaya logistik di Indonesia.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Ngotot bangun JSS, Hatta sebut jembatan dibangun dengan jalur KA
jembatan selat sunda. blogspot.com/

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa berkukuh Jembatan Selat Sunda (JSS) tak bakal mubazir dan harus tetap dibangun. Selain mendukung percepatan proses transportasi logistik, megaproyek ini bakal dilengkapi jalur kereta api menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa.Itu sebabnya, dia ngotot membela JSS yang diprakarsai konglomerat Tommy Winata supaya terus berjalan, meski pemerintahan berganti."Mengapa saya pengen JSS itu dibangun? Karena di situ ada kereta api. Dan itu adalah angkutan yang sangat efisien," ungkapnya di Jakarta, Kamis (20/3).Data Kemenko Perekonomian menunjukkan ada 3 juta kendaraan roda empat saban tahun melintasi Selat Sunda. Bila masih mengandalkan angkutan Feri, Hatta pesimis ongkos logistik dapat ditekan supaya tak merugikan konsumen di kedua pulau."Sudah sering kita dengar truk mengantre 10 kilometer, akibatnya ada gejolak harga," kata mantan menteri perhubungan ini.Hatta menambahkan, saat ini biaya logistik Indonesia masih berada di angka 25 persen dari produk domestik bruto (PDB). Jika dipecah lagi, berarti mencakup 14 persen biaya produksi. Dia menuding itu salah satu penyebab masyarakat membayar produk tertentu lebih mahal dibanding negara lain.Melalui proyek seperti JSS, Hatta yakin ongkos angkutan dapat ditekan. "Kita harapkan turun 2 persen."Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA) Lolok Sudjatmiko menyatakan tidak sepakat dengan rencana pembangunan JSS. Dia menilai proyek infrastruktur mercusuar itu hanya akan menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)."Saya tidak setuju dengan JSS. Lebih baik benahi infrastruktur pelabuhan saja," ujar Lolok.Selain boros, jika JSS diteruskan hal itu dapat mengancam keberlangsungan sektor transportasi dan logistik melalui jalur laut. Padahal, biaya yang dibutuhkan untuk transportasi jauh lebih murah jika menggunakan kapal laut ketimbang kendaraan darat."(Distribusi dan logistik) Masih bisa dihandle kapal laut," ungkap Lolok.

Rekomendasi